Salak, LINI NEWS – Rintik hujan yang jatuh di halaman Mako Polres Pakpak Bharat tak mampu meredam bara semangat para personel Polri. Di bawah langit kelabu, apel pagi tetap digelar penuh disiplin. Seperti embun yang menyejukkan dedaunan, semangat itu seolah memberi pesan: “Tugas mulia tak pernah mengenal alasan cuaca.”
Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si, didampingi Wakapolres Kompol Nelson Jefri Parulian Sipahutar, S.H., M.Si, serta para Pejabat Utama (PJU), hadir langsung memimpin apel. Ia berkeliling mendatangi Bag, Sat, dan Si, memastikan kekuatan personel, penampilan, kerapian seragam, hingga kebersihan ruang kerja. Semua tak luput dari sorotan matanya yang tegas sekaligus penuh kepedulian.
“Saya minta yang sudah baik dipertahankan, bila perlu ditingkatkan. Penampilan kita, performance kita, utamanya pelayanan kita kepada masyarakat. Jangan sampai kita menegur masyarakat, sementara diri kita sendiri masih ada celah yang perlu dikoreksi. Ingat, masyarakat sekarang pintar, apapun bisa viral. Mari belajar dari contoh rekan-rekan yang viral negatif agar itu menjadi atensi kita bersama,” tegas Kapolres.
Dalam amanatnya, AKBP Pebriandi juga mengingatkan agar setiap personel menjaga perilaku, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta bijak menggunakan media sosial. “Jangan asal posting, jangan hedonis. Jangan sampai keluarga kita justru menjadi pintu masuk masalah. Kalau tidak bisa memberi yang terbaik, minimal jangan melukai institusi yang kita cintai,” pesannya penuh makna.
Seperti seorang ayah yang menasihati anak-anaknya, Kapolres menegaskan bahwa polisi adalah wajah hukum yang dilihat masyarakat. Karena itu, menjaga integritas sama artinya menjaga marwah bangsa.
🌟 Pesan Kapolres
“Polisi adalah cermin: bila kotor, wajah masyarakat ikut buram.”
“Disiplin bukan sekadar rutinitas, tapi napas yang membuat Polri tetap hidup di hati rakyat.”
“Media sosial bisa jadi berkat atau bumerang, bijaklah sebelum jari mengetik.”
“Pelayanan terbaik lahir dari pribadi yang bersih, bukan dari seragam yang mewah.”
“Rangkul masyarakat, maka mereka akan menjadi benteng terkuat bagi Polri.”
“Jangan biarkan gaya hidup berlebihan merampas kehormatan institusi.”
“Kalau tidak bisa memberi teladan, jangan meninggalkan luka.”
Apel pagi yang digelar di depan ruangan masing-masing itu berjalan lancar, meski hujan sempat mengguyur. Personel yang absen tercatat oleh Si Propam untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai aturan.
Seperti hujan yang meneteskan kesejukan, amanat Kapolres hari itu meninggalkan pesan moral mendalam: Polisi bukan sekadar aparat, tetapi teladan hidup yang harus menyalakan harapan masyarakat. (Nurlince Hutabarat)




