Dairi, LINI NEWS – Langit Sidikalang seolah ikut menyaksikan momen penuh haru ketika Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, S.I.K., M.I.K, memimpin Upacara Purna Bhakti bagi empat personel Polri yang resmi memasuki masa pensiun. Upacara berlangsung khidmat di halaman apel Mapolres Dairi, Jalan SM. Raja No. 08, Sidikalang, Senin pagi.
Tradisi pedang pora yang mengiringi langkah para purnawirawan menjadi simbol penghormatan terakhir, bak gerbang kehormatan yang mengantarkan ksatria Bhayangkara kembali ke pangkuan keluarga dan masyarakat.
Empat sosok yang dilepas dengan penuh kebanggaan itu adalah Kompol (Purn) Lamhot Sinaga, AKP Hotman Purba, Aiptu (Purn) Bambang Widiyanto, dan Aiptu Abdul Jalal Pasaribu.
Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Dairi selaku inspektur upacara, didampingi Kabag SDM AKP Sintong Simanjuntak sebagai perwira upacara, dan Kanit Tipiter Satreskrim Ipda Joko Satrio sebagai komandan upacara. Hadir pula Waka Polres Dairi Kompol Diarma Munthe, para Kabag, Kasat Fung, Kapolsek jajaran, perwira staf, ASN, Bhayangkari, serta seluruh personel Polres Dairi.
Suasana syahdu kian terasa ketika pesan dan kesan para purnawirawan dibacakan, seakan menggema bahwa pengabdian kepada bangsa tidak berhenti di balik seragam.
Dalam amanatnya, AKBP Otniel Siahaan dengan suara bergetar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya:
“Atas nama pribadi, pimpinan, dan seluruh anggota Polres Dairi, saya menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Pengabdian dan loyalitas bapak-bapak sekalian telah menjadi jejak emas bagi Polri. Semoga masa purna bhakti ini dinikmati dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga, tetap menjadi teladan, dan terus menyalakan api semangat di tengah masyarakat.”
Ia menambahkan, meski telah purna tugas, tali silaturahmi tidak boleh putus. Para purnawirawan diharapkan tetap menjadi penopang moral, memberi masukan positif bagi kemajuan Polri, dan menjaga nama baik Bhayangkara di tengah rakyat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, sarapan bersama, dan diakhiri dengan prosesi pedang pora yang meneteskan air mata haru, seakan berkata: “Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara.”
🌟Kata Haru Kapolres Dairi
“Purna bhakti bukan akhir pengabdian, melainkan babak baru untuk tetap memberi teladan.”
“Pedang pora hanyalah simbol, sejatinya kehormatan hidup ada pada setia mengabdi.”
“Seragam boleh dilepas, tapi jiwa Bhayangkara tak pernah purna.”
“Setiap langkah purnawirawan adalah kisah yang ditulis dengan tinta pengorbanan.”
“Pengabdian adalah warisan abadi, lebih mulia dari sekadar pangkat dan jabatan.”
“Air mata haru hari ini adalah persembahan tulus untuk ksatria yang telah menuntaskan tugasnya.”
“Sekali menjadi Bhayangkara, selamanya tetap menjadi cahaya bagi masyarakat.”
(Nurlince Hutabarat)




