Belawan, LINI NEWS – Polres Pelabuhan Belawan kembali menunjukkan taringnya. Di bawah komando Kapolres Pelabuhan Belawan, jajaran Satreskrim bergerak cepat membongkar jaringan begal yang selama ini meresahkan warga Medan Utara. Empat pelaku berhasil diciduk dalam operasi yang dilakukan secara terukur, sistematis, dan terstruktur. Senin 24 November 2025.
Aksi Beruntun Dibongkar, Para Pelaku Kewalahan
Operasi kali ini menjadi sorotan publik karena dua dari empat pelaku merupakan Begal Sadis yang beraksi di Gang Jagung, Marelan Pasar 5 — lokasi yang beberapa waktu terakhir dipenuhi ketakutan warga. Satu pelaku lain terlibat dalam kasus Begal di Pajak Baru.
Dua pelaku tambahan digulung dari kawasan Gang Tai, titik hitam kriminalitas yang kerap menjadi “jalur maut” bagi pengendara.
Kapolres Pelabuhan Belawan menyebut, operasi ini bukan sekadar patroli rutin. Ini adalah tindak lanjut dari laporan demi laporan masyarakat yang tak ingin wilayahnya dikuasai kelompok kriminal.
“Setiap suara masyarakat adalah alarm bagi kami. Dan setiap alarm harus dijawab dengan tindakan,” tegas Kapolres.
Penyelidikan Serba Cepat dan Akurat
Unit Reskrim bergerak setelah menghimpun rekaman CCTV, keterangan saksi, dan memetakan pola pergerakan para pelaku. Hasilnya: keempat tersangka berhasil diamankan di lokasi berbeda tanpa perlawanan berarti.
Barang bukti berupa sepeda motor, senjata tajam, dan perlengkapan aksi mereka disita untuk kepentingan penyidikan.

Kapolres Tegas: “Belawan Bukan Rumah Bagi Pelaku Kejahatan!”
Dalam konferensi pers, Kapolres Pelabuhan Belawan menekankan bahwa aksi cepat ini bukan pencitraan, melainkan bukti nyata keseriusan institusi Polri menjaga Medan Utara tetap aman.
“Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi begal. Belawan harus aman, titik. Itu komitmen kami.”
Seluruh pelaku kini ditahan di Mapolres Pelabuhan Belawan guna menjalani pemeriksaan lanjutan.
Imbauan Kapolres Belawan: Warga Adalah Garda Pertama
Kapolres kembali meminta masyarakat agar tidak takut melapor. Kolaborasi polisi–warga adalah kunci menghilangkan begal hingga ke akar-akarnya.
“Informasi masyarakat adalah cahaya yang menuntun kami memburu kejahatan,” ujarnya.
“Setiap laporan masyarakat adalah kewajiban moral yang harus kami jawab dengan tindakan nyata.”
“Begal tidak boleh diberi ruang bernafas di Belawan—hari ini mereka berhenti di sini.”
“Keamanan bukan slogan, tetapi kerja keras yang harus dirasakan masyarakat.”
“Kami bergerak cepat karena kejahatan tidak pernah menunggu.”
“Keberanian warga melapor adalah fondasi keamanan Medan Utara.”
“Polisi kuat karena rakyat percaya—kepercayaan itulah energi kami.”
“Keadilan di jalanan dimulai saat pelaku kejahatan tidak lagi punya tempat bersembunyi.”
(Nurlince Hutabarat)




