Kapolda Sumut Whisnu Lakukan Tes Urine Serentak Tindaklanjuti Instruksi Kapolri dalam Rapim 2026

0
88

Medan, LINI NEWS – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, memimpin langsung pelaksanaan tes urine terhadap jajaran pejabat utama dan para kapolres se-Sumatera Utara dalam rangkaian Rapat Pimpinan (Rapim) Tahun 2026 di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Rabu (25/2/2026).

Langkah tegas itu merupakan tindak lanjut atas instruksi Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui arahan Kapolri dalam Rapim 2026, guna memastikan institusi kepolisian bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang digelar di Markas Polda Sumatera Utara tersebut diikuti Wakapolda, seluruh Pejabat Utama (PJU), Kapolres jajaran, para Kasatker, hingga Kasat Narkoba Polres.

Tes urine dilakukan secara menyeluruh dan transparan sebagai bentuk pengawasan internal yang terukur.

Dalam keterangannya, Kapolda menegaskan bahwa tes urine bukan sekadar prosedur administratif, melainkan simbol komitmen moral.

“Ini bentuk keteladanan pimpinan. Dimulai dari saya, Wakapolda, hingga seluruh pejabat utama dan kapolres.

Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh Polri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut selaras dengan arahan pimpinan tertinggi Polri agar seluruh jajaran mengedepankan langkah preventif dan pengawasan melekat.

Komitmen zero pelanggaran, katanya, harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama kami. Integritas harus dimulai dari dalam,” ujarnya.

Kapolda juga memastikan bahwa setiap personel yang terbukti melanggar akan diproses sesuai ketentuan disiplin maupun hukum yang berlaku.

Tidak ada toleransi bagi pelanggaran yang dapat mencederai marwah institusi.
Selain pelaksanaan tes urine, Rapim 2026 juga menjadi forum konsolidasi untuk memperkuat profesionalisme, meningkatkan respons terhadap dinamika sosial, serta mempercepat klarifikasi terhadap informasi yang berpotensi menurunkan public trust.

Rapim ini sekaligus menegaskan kesiapan Polda Sumut dalam mendukung dan mengamankan program kerja pemerintah tahun 2026 di wilayah Sumatera Utara dengan tetap mengedepankan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Keteladanan adalah perintah paling sunyi, tetapi paling kuat.”

Kepemimpinan sejati dimulai dari keberanian memberi contoh, bukan sekadar memberi instruksi.

“Institusi yang bersih lahir dari hati yang bersih.”

Reformasi struktural harus ditopang reformasi moral.
“Pengawasan bukan tanda kecurigaan, melainkan penjaga kehormatan.”

Disiplin adalah benteng sebelum pelanggaran terjadi.
“Zero pelanggaran bukan slogan, tetapi komitmen yang diuji.”

Integritas tidak diukur dari kata-kata, melainkan dari konsistensi tindakan.

“Kepercayaan publik adalah mahkota institusi.”

Sekali ternoda, memulihkannya membutuhkan waktu dan keteladanan berlipat.
“Profesionalisme tumbuh dari tanggung jawab, bukan dari pangkat.”

Jabatan adalah amanah, bukan privilese.
“Ketegasan hari ini adalah perlindungan bagi masa depan.”

Tindakan preventif menjaga generasi dan institusi tetap bermartabat.

Dengan langkah konkret ini, Polda Sumut ingin memastikan bahwa barisan penegak hukum tetap berdiri tegak, bersih, dan dipercaya — karena hukum hanya akan dihormati ketika penjaganya menjaga diri lebih dulu.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini