Medan, LINI NEWS – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-V Keluarga Besar Putra Putri Kepolisian Republik Indonesia (KBPP Polri) Provinsi Sumatera Utara berlangsung meriah dan sukses di Aula Dhira Brata Brimob Polda Sumut, Medan, Rabu (24/09/2025).
KBPP Polri, organisasi yang lahir pada 1 Maret 2003, menaungi putra-putri anggota Polri, baik yang masih aktif berdinas maupun yang telah purna tugas. Sejak awal, organisasi ini hadir sebagai mitra strategis Polri dalam pembinaan masyarakat (Binmas) dan penguatan Kamtibmas.
Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., yang diwakili Dirbinmas Polda Sumut Kombes Pol H. Y. Arief Satriyo, S.I.K., memberikan apresiasi atas keberhasilan Musda tersebut.
“Selamat bermusyawarah, mari kita jaga Kamtibmas di Sumut,” ujarnya penuh semangat.
Ketua Daerah sebelumnya, Ir. Bona Lumban Gaol, turut memberikan pesan khusus.
“Terima kasih kepada panitia. Semoga Ketua terpilih nantinya bisa bekerja lebih baik lagi,” katanya.
Dra. Helena Lumban Gaol sebagai Ketua Daerah PD KBPP Polri Sumut
Hasil Musda menetapkan Dra. Helena Lumban Gaol sebagai Ketua Daerah PD KBPP Polri Sumut yang baru. Kehadirannya diharapkan membawa napas segar dan arah baru bagi keluarga besar KBPP Polri di Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., menekankan pentingnya peran KBPP Polri sebagai mitra Polri.
“KBPP Polri adalah bagian keluarga besar Polri yang turut menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat. Sinergi ini harus terus dirawat,” tegasnya.
Musda ini juga dihadiri oleh Pengurus Pusat KBPP Polri, Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Pol Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han, Karo SDM Polda Sumut (diwakili Kompol Dian Ginting), unsur pemerintah setempat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).
Musyawarah adalah pintu emas menuju persatuan dan kebangkitan.
“Kamtibmas bukan hanya tugas Polri, tapi juga panggilan nurani putra-putri Bhayangkara.”
“Pemimpin sejati bukan hanya terpilih, tapi hadir untuk melayani.”
“Sinergi adalah kunci agar Polri dan masyarakat berdiri dalam satu irama.”
“Setiap generasi Bhayangkara mewarisi tanggung jawab, bukan sekadar nama besar. Musda bukan akhir, melainkan titik awal perjuangan baru. Keteladanan lahir dari tindakan, bukan hanya kata-kata.”
(Nurlince Hutabarat)




