Kapolda Apresiadi Densus 88 Tanamkan Semangat Kepahlawanan dan Nasionalisme di SMA Katolik Kabanjahe: “Menjadi Pahlawan di Era Modern Adalah Berbuat Nyata untuk Indonesia!”

0
23

Kabanjahe, LINI NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Satgaswil Sumatera Utara tampil sebagai pembina upacara di SMA Katolik Kabanjahe, Kabupaten Karo. Kehadiran pasukan elite Polri ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan moral dan edukatif untuk menanamkan nilai nasionalisme, toleransi, dan anti-radikalisme di kalangan generasi muda.

Semangat Kepahlawanan di Tengah Generasi Z

Dalam amanatnya, perwakilan Densus 88 Satgaswil Sumut menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah tantangan global dan arus informasi yang kian bebas.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Sebagai generasi penerus bangsa, adik-adik harus mencerdaskan diri, berprestasi, dan berperan aktif menyongsong Indonesia Emas 2045,” pesan perwakilan Densus 88 di hadapan ratusan siswa.

Para pelajar diingatkan untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan kelompok radikal, menjauhi perilaku bullying, serta meneladani semangat juang para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.

Upacara yang Penuh Makna dan Inspirasi

Suasana upacara berlangsung khidmat dan sarat makna. Para siswa tampak antusias menyimak pesan-pesan kebangsaan sembari mengheningkan cipta mengenang jasa para pahlawan. Nilai-nilai patriotisme mengalir dalam setiap rangkaian acara, menegaskan bahwa semangat pahlawan tak pernah padam di hati generasi muda Karo.

Apresiasi dari Polda Sumut

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi atas langkah Densus 88 yang turun langsung ke sekolah.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Densus 88 bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pendidik moral bangsa. Mereka hadir untuk mencerahkan, bukan menakutkan,” ujar AKBP Siti Rohani.

Ia menambahkan, bahwa kegiatan edukatif semacam ini diharapkan mampu membentuk karakter pelajar yang cinta tanah air, berjiwa toleran, dan tangguh menghadapi pengaruh negatif digitalisasi global.

Menjadi Pahlawan di Era Modern

Momentum Hari Pahlawan menjadi refleksi bahwa menjadi pahlawan di masa kini tidak harus dengan mengangkat senjata, tetapi dengan berbuat nyata, menghormati perbedaan, dan berkontribusi positif bagi bangsa.
Kegiatan Densus 88 di SMA Katolik Kabanjahe meneguhkan keyakinan bahwa nilai kepahlawanan sejati hidup dalam tindakan sederhana yang membawa manfaat besar.

Nasionalisme dan Kepahlawanan

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah letih mencintai tanah airnya, meski dunia berubah arah.”

“Pahlawan sejati tidak menunggu panggilan perang, tetapi bergerak di medan moral dan akhlak.”

“Radikalisme tumbuh di tanah yang kering dari nilai; maka siramilah jiwa dengan cinta NKRI.”

“Nasionalisme bukan sekadar bendera di tiang, melainkan napas dalam setiap tindakan.”

“Menjadi pelajar cerdas adalah langkah pertama menjadi pahlawan bagi bangsa.”

“Di era digital, melawan hoaks dan kebencian adalah bentuk jihad kebangsaan.”

“Indonesia Emas 2045 bukan mimpi, melainkan janji generasi muda yang berani berpikir dan bertindak benar.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini