Medan, LINI NEWS – Dalam momen penuh semangat itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, tampil bukan hanya sebagai pejabat teknis, tetapi sebagai figur visioner yang melihat jauh melampaui festival yang akan diikuti kelompok paduan suara Clarabelle. Ia menegaskan bahwa ajang internasional ini bukan sekadar kompetisi vokal, melainkan panggung strategis untuk menjalankan fungsi diplomasi budaya dan promosi pariwisata Kota Medan.
“Clarabelle adalah wajah muda Medan yang bukan hanya bernyanyi, tetapi menyampaikan pesan budaya, karakter, dan keramahan kota kita. Di atas panggung internasional, mereka akan membawa lebih dari suara mereka membawa Medan,” ujar Odi dengan nada optimis.
Sebagai Kadis Pariwisata, Odi Batubara menjalankan tugas dan fungsi strategis dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembangunan sektor pariwisata yang inklusif dan kreatif. Ia melihat keikutsertaan Clarabelle sebagai bagian dari penguatan citra pariwisata Medan berbasis budaya dan generasi muda.
“Tugas kami bukan hanya mempromosikan objek wisata, tetapi juga menggali dan mengangkat kekayaan budaya sebagai daya tarik wisata yang hidup. Clarabelle membawa misi itu dalam bentuk suara, gerak, dan rasa,” jelasnya.
Odi menyampaikan bahwa kekayaan pariwisata Kota Medan bukan hanya pada fisik destinasi seperti heritage kota tua, kawasan kuliner, atau akses ke Danau Toba, tetapi juga pada modal sosial-budaya seperti keberagaman etnis, musik tradisional, dan ekspresi seni anak-anak Medan.
Ia mendorong agar penampilan Clarabelle di Bali nantinya dapat disisipkan unsur promosi budaya Medan melalui aransemen lagu tradisional daerah, busana etnik, serta narasi yang memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal. Dokumentasi penampilan mereka pun, menurutnya, harus dikemas dan disebarluaskan melalui media sosial sebagai bagian dari kampanye digital pariwisata kreatif.
“Bayangkan jika dalam satu lagu yang mereka nyanyikan, terselip aroma Melayu Deli, semangat Batak, dan harmoni multietnis Medan—itu akan lebih kuat daripada seribu selebaran. Karena musik adalah bahasa jiwa yang menghapus batas negara dan menyatukan rasa.”
Tak berhenti di situ, Odi juga mengusulkan agar pasca kepulangan dari Bali, kelompok paduan suara Clarabelle diangkat sebagai Duta Wisata Budaya Kota Medan, yang dapat dilibatkan dalam berbagai event promosi daerah, baik nasional maupun internasional.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari peran panjang Clarabelle dalam membawa Medan ke panggung dunia. Mari kita jadikan mereka ikon budaya Medan yang membanggakan, karena budaya yang dirawat dengan cinta akan menjelma menjadi kekuatan yang dikenang dunia,” tutup Odi dengan penuh makna.
Sementara itu, guru pembina Clarabelle, Ester Donna Simanjuntak, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari Wali Kota Medan serta Kepala Dinas Pariwisata. Ia menjelaskan bahwa Clarabelle telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat lokal dan nasional, dan kini siap menantang diri di panggung internasional.
“Kami sangat terharu dan termotivasi. Dukungan pemerintah kota ini adalah energi baru bagi anak-anak kami. Kami percaya, dengan semangat dan latihan yang kami jalani, Clarabelle akan mengharumkan nama Medan di kancah dunia,” ungkap Donna.
Kolaborasi antara Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Kadis Pariwisata M. Odi Anggia Batubara mencerminkan sinergi antara kepemimpinan politik dan kebijakan kebudayaan yang berorientasi masa depan. Dalam nyanyian Clarabelle, ada suara-suara muda yang membawa pesan tentang Medan yang kreatif, harmonis, dan pantas mendunia.
Karena di balik setiap lagu, ada sejarah dan harapan. Dan di balik setiap panggung, ada kota yang ingin dikenal—bukan hanya lewat peta, tapi lewat nada.(Nurlince Hutabarat)




