Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution Visioner Tegas Perkuat Bank Sumut RUPS Luar Biasa Hasilkan Penyegaran Direksi dan Strategi Besar Naik Kelas ke KBMI II

0
22

Medan, LINI NEWS – PT Bank Sumut memasuki babak baru dalam penguatan struktur dan kapasitas perbankan daerah. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, tiga keputusan strategis diambil: perubahan nomenklatur direksi, restrukturisasi jajaran direksi, dan penambahan modal inti guna membawa Bank Sumut naik kelas.

Rapat berlangsung di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (24/11/2025), dihadiri para bupati dan wali kota pemegang saham. Bobby tampil tegas dan visioner, menegaskan bahwa penyegaran manajemen merupakan kebutuhan mendesak untuk memperkuat tata kelola dan daya saing Bank Sumut di tengah kompetisi perbankan yang semakin ketat.

Penyegaran Direksi: Manuver Strategis Tingkatkan Kapabilitas Bank Sumut

Usai rapat, Gubernur Bobby menjelaskan bahwa restrukturisasi direksi dimaksudkan untuk menata ulang arah kebijakan Bank Sumut agar lebih adaptif dan profesional.

Adapun jajaran direksi dan calon anggota komisaris yang ditetapkan dalam RUPS LB antara lain:

Heru Mardiansyah – Direktur Utama

Sandhy Sofian – Direktur Teknologi Informasi dan Operasional

Presley Hutabarat – Direktur Keuangan

Irwansyah Tuwareh Dongoran – Direktur Bisnis dan Syariah

Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, MA – Dewan Pengawas Syariah

Sulaiman Harahap – Calon Komisaris Non-Independen

Seluruh calon tersebut akan mengikuti fit and proper test oleh OJK.

“Kita lakukan penyegaran, tadi sudah kita baca dan dengar komposisi barunya. Namun semua masih menunggu proses dari OJK,” ujar Bobby.

Strategi Naik Kelas: Target Modal Inti Bank Sumut Tembus Rp6 Triliun

Keputusan penting lainnya ialah penambahan modal inti untuk mendorong Bank Sumut naik dari Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) I menuju KBMI II. Untuk mencapai kelas tersebut, modal inti Bank Sumut harus berada di atas Rp6 triliun.

Bobby menegaskan bahwa penyertaan modal tidak hanya melalui setoran uang, tetapi juga melalui aset milik daerah sepanjang memenuhi ketentuan penilaian Bank Sumut dan OJK.

“Daerah kondisi keuangannya tidak semua siap. Maka kita usulkan penyertaan modal dalam bentuk aset. Dan ini sudah disetujui,” jelas Bobby.
“Targetnya tahun depan sudah tembus Rp6 triliun—kalau bisa sebulan lagi, lebih bagus,” tambahnya.

Sinergi Daerah: Kepala Daerah Kompak Perkuat Bank Sumut

RUPS LB turut dihadiri para kepala daerah pemegang saham, di antaranya:

Bupati Batubara Baharudin Siagian

Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu

Bupati Langkat Syah Afandin

Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin

Wali Kota Medan Rico Waas
serta kepala daerah lainnya dari seluruh Sumatera Utara. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa penguatan Bank Sumut menjadi agenda bersama demi stabilitas finansial daerah.

Gubsu Bobby Elegan, Visioner, dan Berdampak

“Bank Sumut bukan sekadar bank daerah, tetapi lokomotif ekonomi Sumatera Utara.”

“Penyegaran direksi adalah penyegaran visi—agar Bank Sumut berlari lebih cepat.”

“Modal yang kuat melahirkan kepercayaan, dan kepercayaan melahirkan kemajuan.”

“Aset juga modal; yang penting nilainya untuk masa depan.”

“Transparansi adalah pondasi, profesionalisme adalah jalannya.”

“Kita ingin Bank Sumut naik kelas, bukan hanya besar di nama, tetapi besar di kinerja.”

“Ketegasan dalam keputusan adalah kunci agar transformasi tidak sekadar wacana.”

Dengan kepemimpinan yang tegas, terukur, dan berorientasi hasil, Gubernur Bobby Afif Nasution menempatkan Bank Sumut pada jalur percepatan transformasi.

RUPS LB tahun ini menjadi penanda keseriusan pemerintah daerah memperkuat sektor keuangan daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara yang lebih kokoh dan kompetitif.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini