Medan, LINI NEWS – Kejutan Ulang Tahun Ke-57 dari Cetiya Magga Bodhi Sejati Penuhi Kediaman Ketua DPRD Medan dengan Haru dan Kebersamaan
Suasana haru, penuh canda, dan keakraban begitu terasa di kediaman Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., di Jalan Budi Pembangunan 3 No.1-D, Pulo Brayan Kota, Medan Barat, Minggu (9/11/2025).
Hari itu bukan hari biasa — karena sebuah kejutan hangat datang tanpa pemberitahuan dari sahabat-sahabatnya di Cetiya Magga Bodhi Sejati, dipimpin oleh Rudi Hartono, S.Kom., yang datang bersama istri, serta didampingi oleh Rudi Wu dan Sendi beserta keluarga.
Kedatangan mereka sontak mencairkan suasana. Wong Chun Sen, yang juga menjabat sebagai Ketua Permabudhi Sumatera Utara, tampak terkejut, namun segera tersenyum bahagia. Ia menyambut para sahabatnya dengan pelukan hangat, diiringi ucapan selamat ulang tahun yang tulus dan doa bersama di atas nasi tumpeng dan kue tart yang telah disiapkan.
Persahabatan yang Tulus, Tanpa Rekayasa
“Kunjungan ini memang sudah kami rencanakan diam-diam untuk memberikan kejutan istimewa kepada Ketua kami,” ungkap Rudi Hartono, S.Kom., Pimpinan Cetiya Magga Bodhi Sejati.
Menurutnya, sosok Wong Chun Sen dikenal bukan hanya sebagai pemimpin yang tegas dan berwibawa, tetapi juga sebagai sahabat yang rendah hati dan terbuka.
“Beliau sering hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan kami, tanpa protokol, tanpa jarak. Itu yang membuat kami merasa dekat secara batin,” tutur Rudi Hartono.

Sosok Pemimpin yang Hangat dan Humanis
Dalam sambutannya, Wong Chun Sen Tarigan tampak menahan haru. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kasih sayang dan perhatian sahabat-sahabatnya yang hadir secara spontan.
“Saya benar-benar terkejut sekaligus terharu. Tidak ada yang lebih indah dari persahabatan yang tulus dan doa yang keluar dari hati,” ujar Wong Chun Sen sambil tersenyum.
Ia juga menambahkan bahwa momen ini menjadi pengingat penting tentang nilai kebersamaan, ketulusan, dan saling menghargai dalam setiap perjalanan hidup, terutama bagi seorang pemimpin publik.
“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tapi tentang bagaimana kita hadir dalam suka dan duka masyarakat,” katanya dengan nada penuh makna.
Doa dan Syukur dalam Kesederhanaan
Acara berlanjut dengan doa bersama, pemotongan nasi tumpeng, dan tradisi bersulang dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Semua yang hadir larut dalam kebahagiaan sederhana, jauh dari kemegahan seremonial, namun justru penuh nilai spiritual dan rasa syukur.
Wong Chun Sen berharap agar kebersamaan seperti ini terus terjalin di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik Kota Medan yang kian kompleks.
“Kita boleh berbeda pandangan, tapi kita harus satu dalam kasih,” katanya menutup acara dengan senyum penuh damai.
Drs. Wong Chun Sen Tarigan di Hari Ulang Tahunnya yang Ke-57:
“Kehangatan persahabatan adalah doa yang hidup—tak diucap, tapi dirasakan.”
“Pemimpin sejati tidak berdiri di atas rakyat, tapi berjalan di antara mereka.”
“Kebahagiaan bukan dari pesta besar, tapi dari hati yang bersyukur atas kehadiran orang tulus.”
“Setiap ucapan selamat adalah doa, dan setiap pelukan adalah kekuatan.”
“Kekuatan manusia bukan pada pangkatnya, tapi pada ketulusannya membahagiakan orang lain.”
“Hidup ini singkat—maka tebarkan kasih lebih banyak daripada ambisi.”
“Ulang tahun sejati adalah ketika kita mampu bersyukur, bukan ketika lilin bertambah, tapi ketika cinta tidak berkurang.”
Perayaan Penuh Makna
Perayaan sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol kedekatan spiritual dan sosial antara pemimpin dan masyarakat.
Bagi Wong Chun Sen, usia bukan sekadar angka, melainkan tonggak untuk memperkuat tekad dalam melayani warga Medan dengan hati dan kebijaksanaan.
“Semoga usia ini membawa berkah bagi saya, keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat Kota Medan. Mari terus saling menguatkan dalam kebersamaan,” pungkasnya.
(Nurlince Hutabarat)




