Dr. Dedi Sahputra, MA: Kasus Gruti, Semua Pihak Diminta Menahan Diri, Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan Jenguk Personel yang Dirawat

0
27

Medan, LINI NEWS – Situasi memanas terkait kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Dairi, Sumatera Utara, mendorong berbagai pihak menyerukan agar masyarakat tetap tenang dan tidak bertindak reaktif. Seruan ini disampaikan untuk mencegah kondisi makin memburuk dan menghindari kerugian bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dosen FISIPOL Universitas Medan Area, Dr. Dedi Sahputra, MA, menegaskan pentingnya sikap bijaksana dalam merespons proses hukum yang berjalan.

“Kedepankan sikap menahan diri, tenang, dan tidak mudah terpancing dalam proses hukum yang berlangsung. Sikap reaktif justru berpotensi memperkeruh suasana,” ujarnya di Medan, Sabtu (15/11).

Peran Tokoh Masyarakat Sangat Diperlukan

Menurut Dedi, tindakan emosional tidak akan pernah menyelesaikan persoalan. Ia menilai peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat menjadi sangat strategis untuk menjembatani dialog dan mendorong penyelesaian yang lebih konstruktif.

“Dialog secara terbuka perlu dilakukan agar duduk persoalan dapat diurai dengan kepala dingin dan cara-cara yang baik,” tambahnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menghindari tindakan anarkis yang hanya menghasilkan kerugian lebih besar.

“Sebagai negara hukum, kita memiliki instrumen hukum yang mampu menyelesaikan masalah. Anarkis bukanlah jalan keluar,” sebutnya.

Hukum Sebagai Penjaga Ketertiban

Dedi juga mengingatkan bahwa hukum hadir untuk menjamin ketertiban dan keamanan bagi semua. Tanpa hukum, masyarakat akan tenggelam dalam kekacauan dan kekerasan.

“Aspirasi boleh disampaikan, tetapi tetap dalam koridor hukum. Jalur hukum mungkin tidak instan, tetapi itu yang terbaik dalam negara demokratis.”

Kerusuhan di Mapolres Dairi

Sebelumnya, sekelompok massa melakukan pelemparan batu, botol, hingga cabai giling ke arah Mapolres Dairi, menuntut pembebasan tersangka perusakan PT Gruti. Aksi itu menyebabkan setidaknya 10 personel kepolisian mengalami luka-luka.

Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan

Menurut Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan, dua di antaranya mengalami luka pada kepala dan telinga hingga harus dirawat di RSUD Sidikalang. Kapolres Dairi bersama jajarannya telah menjenguk personel yang dirawat.

“Semoga tidak ada cedera yang serius,” ujarnya.

Pesan Penyejuk, Penahan Emosi, dan Pengingat Kewarasan Publik

“Emosi sesaat dapat menghancurkan masa depan yang panjang—tenanglah sebelum bertindak.”

“Batu yang dilempar hari ini bisa menjadi penyesalan yang menghantam nurani esok hari.”

“Keadilan membutuhkan kepala dingin, bukan tangan yang melempar.”

“Ketertiban adalah napas masyarakat—jangan biarkan amarah memutus oksigen itu.”

“Hukum adalah pagar terakhir; bila pagar dirusak, kekacauan akan masuk tanpa permisi.”

“Keberanian bukan melukai petugas, tetapi menahan diri di tengah provokasi.”

“Kebijaksanaan lahir dari ketenangan, bukan dari teriakan massa.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini