Medan, LINI NEWS – Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat evaluasi di DPRD Kota Medan. RSUD Bachtiar Djafar yang diharapkan menjadi andalan warga Medan Utara justru menghadapi berbagai persoalan serius.
Beberapa temuan utama:
Kekurangan dokter spesialis
Ruang operasi (OK) tidak berfungsi
Gangguan listrik berulang
Tingkat hunian pasien hanya 40%
Anggota dewan, dr Ade Taufiq, secara langsung mempertanyakan kemampuan manajerial M Muklis.
Bahkan dalam forum resmi, Dirut dinilai kurang menunjukkan semangat dalam menjawab pertanyaan, memicu teguran dari anggota dewan.
Data yang dipaparkan memperkuat dugaan rendahnya kepercayaan publik:
BOR hanya 40 dari 100 tempat tidur
Klaim BPJS sekitar Rp5 miliar/tahun
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar:
Apakah masalah ini murni Terbatas anggaran, atau lemahnya kepemimpinan dan manajemen?
DPRD mendorong pembenahan total agar rumah sakit ini tidak tertinggal dari fasilitas kesehatan swasta di kawasan Medan Utara.
“Pelayanan kesehatan adalah hak rakyat, bukan sekadar program.”
“Manajemen kuat melahirkan pelayanan bermutu.”
“Rumah sakit tanpa kesiapan adalah risiko bagi nyawa.”
“Kritik tajam adalah tanda kepedulian, bukan permusuhan.”
“Data rendah adalah peringatan, bukan sekadar laporan.”
“Pemimpin diuji saat kondisi sulit, bukan saat nyaman.”
“Kepercayaan publik dibangun dari pelayanan nyata.”
(Nurlince Hutabarat)




