Medan, LINI NEWS – Dengan semangat pengabdian untuk negeri, Satuan Brimob Polda Sumut melaksanakan kegiatan Pemanenan Serentak Tahap III Gugus Tugas Polri Mendukung Ketahanan Pangan Nasional di lahan seluas 8 hektare, berlokasi di Jl. Jamin Ginting KM 22, Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., bersama para personel Brimob yang turun langsung ke sawah membantu petani memanen hasil bumi.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Brimob tidak hanya menjaga negeri dengan senjata, tetapi juga menanam kesejahteraan di ladang rakyat.
Dalam kesempatan itu, Kombes Pol. Rantau Isnur Eka menyampaikan bahwa kegiatan panen raya tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara Brimob dan masyarakat.
“Brimob akan selalu hadir di tengah rakyat. Karena menjaga negeri bukan hanya dengan senjata, tapi juga dengan kerja nyata dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan panen raya turut dihadiri oleh Kadus Durin Simbelang Pak Sembiring, Danden Gegana, Danyon A Pelopor, para PJU Satuan Brimob Polda Sumut, serta kelompok tani setempat.
Suasana kebersamaan terasa hangat, saat personel Brimob dan petani bahu membahu di tengah hamparan sawah yang menguning—melambangkan sinergi harmonis antara Polri dan masyarakat.
Selain menghasilkan panen melimpah, momen ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi dan menumbuhkan semangat gotong royong.
Panen raya Brimob Polda Sumut bukan sekadar memanen hasil bumi, melainkan menanam harapan dan menuai kebersamaan untuk Indonesia yang tangguh.
Dengan semangat “Brimob untuk Nusa dan Bangsa,” Satuan Brimob Polda Sumut terus berkomitmen hadir di setiap lini kehidupan rakyat — menjaga keamanan sekaligus menumbuhkan kesejahteraan di bumi pertiwi.
“Menjaga negeri tak selalu di medan tempur — kadang di ladang-ladang harapan rakyat.”
“Setiap butir padi adalah simbol pengabdian; tumbuh dari keringat rakyat dan disiram oleh kepedulian Brimob.”
“Senjata kami tak hanya peluru, tapi juga cangkul dan tekad membangun kemandirian bangsa.”
“Brimob menanam bukan untuk panen pribadi, tetapi untuk menuai kesejahteraan seluruh negeri.”
“Ketahanan pangan adalah pertahanan bangsa — dan kami berdiri di garis depan untuk menjaganya.”
“Keringat di sawah adalah bentuk lain dari perjuangan; di situlah cinta Brimob pada tanah air bersemi.”
“Kami bukan hanya penjaga keamanan, kami juga penanam harapan bagi masa depan Indonesia.”
(Nurlince Hutabarat)




