Dairi, LINI NEWS – Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat daya saing produk lokal melalui percepatan sertifikasi halal. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti
Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dan Percepatan Sertifikasi Produk Halal** yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual melalui Zoom Meeting, Senin (11/08/2025).
Rakor yang diikuti dari Ruang Rapat Bupati Dairi, ini juga dihadiri **Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, beserta pejabat terkait di lingkungan Pemkab Dairi.
Pengendalian Inflasi: Prioritas Utama Daerah
Dalam paparannya, Bupati menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan salah satu indikator penting kesejahteraan rakyat. Menurutnya, menjaga kestabilan harga bahan pokok adalah bentuk nyata perlindungan pemerintah kepada masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.
Stabilitas harga adalah kesejahteraan rakyat.
Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Dairi akan memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari distribusi pangan, pengawasan pasokan, hingga kebijakan subsidi dan intervensi pasar agar inflasi tetap terkendali di angka yang sehat.
Sertifikasi Produk Halal: Dorong UMKM Naik Kelas
Selain inflasi, Rakor juga membahas percepatan sertifikasi produk halal, yang dinilai sangat penting untuk meningkatkan daya saing UMKM Dairi di pasar nasional maupun internasional.
Produk halal adalah daya saing daerah.
Bupati menegaskan bahwa Pemkab Dairi akan memberikan pendampingan, kemudahan administrasi, dan fasilitasi biaya bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, agar produk mereka mendapatkan sertifikat halal secara cepat dan tepat.
Sinergi Pusat dan Daerah
Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui kolaborasi yang erat, Bupati yakin Dairi mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Dengan pengendalian inflasi yang baik dan percepatan sertifikasi produk halal, kita tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal untuk menembus pasar yang lebih luas,” pungkasnya.
(Nurlince Hutabarat)




