Buka Pasar Murah Imlek, Wali Kota Medan Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

0
118

Medan, LINI NEWS — “Perayaan besar akan terasa indah jika semua lapisan masyarakat ikut tersenyum.”

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili Tahun 2026, Pemerintah Kota Medan menyelenggarakan Pasar Murah Imlek sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kegiatan ini digelar di dua titik strategis, yakni

Kecamatan Medan Area (Kelurahan Sei Rengas II) dan

Kecamatan Medan Deli (Kelurahan Kota Bangun)

Pasar murah yang berlangsung selama lima hari, dari 9 hingga 13 Februari 2026, tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, Senin (9/2/2026).

“Negara hadir bukan hanya lewat kebijakan, tetapi juga melalui kepedulian nyata,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pembukaan kegiatan tersebut.

Melalui program pasar murah ini, Rico Waas berharap masyarakat dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Imlek.

Ia menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan.

“Kesejahteraan rakyat dimulai dari dapur yang tetap berasap,” ujarnya.

“Semoga langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan berbahagia bersama keluarga yang dicintai,” ungkap Rico Waas.

“Ekonomi yang berkeadilan adalah fondasi harmoni sosial,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Rico Waas tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kehangatan sosial di tengah perbedaan.

Ia menegaskan bahwa Kota Medan adalah miniatur keberagaman Indonesia, dengan populasi masyarakat Tionghoa mencapai sekitar 10–11 persen, menjadikannya salah satu kota paling majemuk di wilayah barat Indonesia.

“Keberagaman bukan beban, melainkan kekuatan,” tegasnya.

“Kalau mau melihat kota yang begitu beragam sebagai simbolnya Indonesia, lihatlah Kota Medan.

Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan saling melindungi. Itulah sejatinya Indonesia,” ujar Rico Waas.

“Toleransi yang hidup adalah toleransi yang dirawat setiap hari,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa jargon

“Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan” bukan sekadar slogan, melainkan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh umat beragama merasa aman dan memiliki kota ini sepenuhnya. “Kota yang besar adalah kota yang mampu melindungi semua warganya,” tuturnya.

“Kami memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama di Kota Medan, karena itulah makna sejati dari Medan

Untuk Semua, dan Semua Untuk Medan,” ujar Rico Waas.

Menariknya, Rico Waas turut menyoroti fenomena sosial di Tahun 2026, karena teknologi kerap menciptakan jarak meski jarak fisik begitu dekat.

Ia mengingatkan bahwa momentum Imlek seharusnya menjadi ruang untuk kembali berkumpul secara nyata, bukan sekadar melalui layar gawai.

“Teknologi memudahkan, tetapi kebersamaanlah yang menguatkan,” tuturnya.

“Sekarang berkumpul itu jadi barang mewah. Kadang kita malas, cukup video call saja.

Padahal, bangsa kita kuat karena gotong royong dan kebersamaan, bukan individualisme,” ujar Rico Waas.

Oleh karena itu, Rico Waas mengimbau para camat untuk mendata para orang tua yang merayakan Imlek seorang diri agar mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.

Ia menekankan bahwa kepedulian sosial adalah bagian dari pelayanan publik.

“Perhatian kecil bisa menjadi kebahagiaan besar,” tegasnya.

“Saya titipkan pesan kepada para camat untuk mendata orang tua yang merayakan Imlek sendirian. Berikan perhatian, ajak tetangga untuk mengunjungi mereka.

Itulah bagian dari pelayanan Kota Medan,” pesannya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan harapan optimistis terkait shio Kuda Api di tahun 2026.

Menurutnya, simbol tersebut mencerminkan semangat, kecepatan, dan keberanian yang diharapkan mampu mendorong pembangunan Kota Medan semakin pesat.

“Semangat yang menyala adalah bahan bakar kemajuan,” pungkasnya.

“Kuda itu larinya kencang, gagah, dan penuh semangat. Apalagi ada unsur apinya. Kita berharap semangat ini membawa Kota Medan berlari lebih kencang dalam pembangunan,” katanya.

Sebelumnya, Plt Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah, dalam laporannya menjelaskan bahwa pasar murah Imlek digelar untuk membantu masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi di Kota Medan.

Pasar murah ini menjual sedikitnya delapan hingga sepuluh jenis kebutuhan pokok, antara lain

beras medium,

gula pasir,

telur,

tepung terigu,

kacang tanah kupas,

minyak goreng,

margarin,

serta berbagai jenis sirup.

Seluruh harga telah disubsidi oleh Pemko Medan, sehingga lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Untuk wilayah layanan, masyarakat

Medan Labuhan,

Medan Marelan, dan

Medan Belawan

Diarahkan berbelanja di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli.

Sementara warga

Medan Kota,

Medan Tembung, dan sekitarnya dapat berbelanja di Kelurahan

Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area.

Dengan pasar murah ini, Pemko Medan berharap stabilitas harga tetap terjaga, daya beli masyarakat meningkat, dan perayaan Imlek berlangsung dalam suasana aman, hangat, dan penuh kebersamaan.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini