Medan, LINI NEWS – Layar gelap sindikat narkotika internasional kembali koyak. Dalam operasi gabungan yang dipimpin Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Polda Sumatera Utara, dan Polda Aceh, sebanyak 1,7 Ton narkoba berbagai jenis berhasil disita. Jumlah fantastis ini diperkirakan bisa merusak masa depan 7,8 juta jiwa generasi bangsa.
Konferensi pers pengungkapan kasus digelar megah di Aula Tribrata Mapolda Sumut, Jumat (26/09/2025). Hadir langsung Kepala BNN RI, Irjen Pol. Suyudi Ario Seto, Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Bsc, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto, Kajati Sumut Harli Siregar, dan jajaran pejabat lintas instansi.
Dalam amanatnya, Irjen Pol. Suyudi Ario menegaskan bahwa operasi ini adalah bukti nyata keseriusan negara.
“Perang melawan Narkoba adalah manifestasi nilai kemanusiaan sekaligus implementasi Asta Cita Presiden RI Bapak Prabowo Subianto: melindungi rakyat dari bahaya Narkoba, demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
BNN RI bersama Polda Sumut dan Polda Aceh berhasil menyita 1,4 Ton sabu, pil ekstasi, kokain, hingga ganja, serta menggagalkan penyelundupan ratusan kilogram ganja ke Kota Medan. Nilai kerugian negara akibat barang haram ini ditaksir mencapai Rp 2,7 Triliun.
“Dari kota hingga pelosok, tidak ada tempat dan tidak ada kompromi untuk narkoba. Setiap butir narkoba adalah air mata keluarga, dan setiap kilogram yang kita gagalkan adalah masa depan anak bangsa yang kita selamatkan,” ujar Suyudi dengan suara lantang.

Kita perang Melawan Narkoba
“Setiap kilogram narkoba yang disita adalah satu juta harapan yang kembali pulang.”
“Peluru tajam mungkin menembus tubuh, tapi narkoba merobek masa depan.”
“Negara yang kuat bukan hanya membangun jalan, tapi juga menutup lorong gelap narkoba.”
“Tugas aparat bukan sekadar menangkap, tapi menjaga agar ibu-ibu tidak lagi kehilangan anaknya.”
“Narkoba adalah musuh yang tak mengenal batas negara, maka perang melawannya pun tak boleh mengenal lelah.”
“Generasi emas 2045 tak akan lahir jika bangsa ini membiarkan generasinya diracun.”
“Perang melawan narkoba adalah jihad kemanusiaan, agar bangsa tidak tumbang sebelum berlari.”
Kapolda Sumut, Irjen Pol. Whisnu Hermawan, menambahkan bahwa operasi ini sekaligus peringatan keras bagi para bandar internasional:
“Jangan coba-coba menjadikan Sumatera Utara sebagai pintu masuk narkoba. Kami, bersama BNN RI dan seluruh aparat, akan menutup rapat semua celah. Negara hadir, rakyat dilindungi.”
Dengan pengungkapan 1,7 ton narkoba ini, BNN RI, Polda Sumut, dan Polda Aceh mengirim pesan tegas: Indonesia bukan ladang empuk para sindikat!. Dari Medan, api perlawanan dinyalakan — menyelamatkan jutaan jiwa, menjaga masa depan bangsa. (Nurlince Hutabarat)




