Medan, LINI NEWS – Di balik jeruji besi, lahir semangat emas. Rutan Kelas I Medan kembali menunjukkan diri sebagai laboratorium kemanusiaan ketika menerima kunjungan studi tiru dari Rutan Kelas IIB Tanjung Pura.
Kunjungan yang dipimpin oleh Efriyanto, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Tanjung Pura, disambut hangat oleh Andi Surya, Kepala Rutan Kelas I Medan, bersama seluruh jajaran struktural.
Andi Surya menegaskan bahwa dunia pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi ruang perubahan.
“Kami menyambut baik kunjungan ini. Setiap studi tiru adalah kesempatan untuk memperluas wawasan, memperkuat koordinasi, dan menyalakan kembali semangat pelayanan yang humanis,” ujarnya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, rombongan diajak meninjau berbagai area pembinaan Rutan Medan — mulai dari dapur sehat, klinik pratama, bengkel kerja, pelatihan UMKM, hingga ruang produksi roti, tempe, dan kerajinan tangan.
Setiap sudut Rutan seolah berbicara tentang perubahan: dari tempat penyesalan menjadi tempat pembelajaran.
Pesan dari Balik Rutan Medan
“Jeruji bukan akhir, melainkan awal dari kesadaran.”
“Yang dibina bukan hanya tangan, tetapi hati dan pikiran.”
“Pemasyarakatan sejati adalah seni memanusiakan manusia.”
“Setiap napi adalah naskah yang sedang ditulis ulang oleh waktu.”
“Kedisiplinan adalah pintu, pembinaan adalah jalan, dan harapan adalah tujuan.”
“Pemimpin yang baik bukan hanya menjaga, tetapi menyalakan semangat di ruang-ruang terkunci.”
“Dinding bisa membatasi tubuh, tapi tak pernah membatasi tekad untuk berubah.”
Melalui kegiatan ini, kedua Rutan sepakat memperkuat sinergi demi mewujudkan sistem pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, dan humanis.
Rutan Medan menegaskan bahwa kemanusiaan tetap hidup, bahkan di balik tembok yang dingin.
(Nurlince Hutabarat)




