Banjir–Longsor Tapteng Tewaskan 47 Orang, Akses Wilayah Terputus Total Namun Upaya Penanganan Terus Dimaksimalkan

0
23

Tapanuli Tengah, LINI NEWS – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak Selasa (25/11) telah menelan korban jiwa sebanyak 47 orang, menyebabkan 507 orang terluka, dan 51 orang masih dinyatakan hilang. Data ini merupakan laporan resmi terbaru hingga Jumat (28/11/2025), pukul 12.00 WIB, yang disampaikan oleh Humas Polres Tapteng dan BPBD Tapanuli Tengah.

Wilayah Lumpuh Total Selama 72 Jam

Selama tiga hari terakhir, Tapteng mengalami kelumpuhan total. Listrik padam, air bersih terhenti, dan jaringan komunikasi—termasuk internet—terputus di hampir seluruh wilayah, termasuk Kota Sibolga. Kondisi ini menyebabkan proses evakuasi, pendataan korban, serta penyaluran bantuan berjalan sangat lambat.

Petugas gabungan dari BPBD, TNI–Polri, Basarnas, relawan lokal, dan masyarakat terus berupaya keras menembus lokasi terdampak meski akses masih tertutup.

Akses Bantuan Terisolasi: Tiga Jalur Utama Hancur

Kerusakan infrastruktur vital membuat Tapteng menjadi daerah yang benar-benar terisolasi dari berbagai arah:

  1. Akses Selatan – Terputus Total

Jalur dari arah Tapanuli Selatan/Padangsidimpuan tidak dapat dilalui setelah Jembatan Kalangan dan Jembatan Anggoli ambruk dihantam derasnya arus banjir.

  1. Akses Utara – Lumpuh oleh Longsor

Jalan lintas dari Tarutung/Tapanuli Utara tertutup material tanah longsor di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Sitahuis, sehingga kendaraan evakuasi dan logistik berhenti total.

  1. Akses Barat – Rusak Berat

Jalur dari Aceh Singkil terhambat banjir di Kecamatan Kolang, ditambah terputusnya Jembatan Sorkam, membuat arus bantuan tidak dapat bergerak masuk.

Ketiga jalur yang tidak berfungsi ini menyebabkan pasokan logistik, evakuasi korban, dan mobilisasi alat berat sangat terhambat.

Korban Berdasarkan Wilayah Terdampak

Bencana ini memukul lima kecamatan utama, dengan tingkat kerusakan hingga 100% di sebagian wilayah.

  1. Kecamatan Pandan (100% Terdampak)

11 orang meninggal

2 luka parah

6 orang hilang

665 pengungsi
Wilayah pusat pemerintahan Tapteng ini lumpuh total dan menjadi pusat komando penanganan darurat.

  1. Kecamatan Tukka – Korban Terbanyak (100% Terdampak)

26 orang meninggal

505 luka parah

33 orang hilang

Data pengungsi belum tersedia
Tukka menjadi episentrum bencana dengan korban terbanyak dan kerusakan terluas.

  1. Kecamatan Badiri (100% Terdampak)

1 meninggal

12 hilang

Data korban luka belum tersedia

  1. Kecamatan Barus (98% Terdampak)

2 meninggal

Data luka, hilang, dan pengungsi belum dilaporkan

  1. Kecamatan Sitahuis (35% Terdampak)

7 meninggal

Data luka, hilang, dan pengungsi masih dalam pendataan

Total keseluruhan korban hingga saat ini:
47 meninggal | 507 luka-luka | 51 hilang
Jumlah pengungsi masih bertambah seiring evakuasi yang terus berlangsung.

Status Darurat Ditingkatkan ke Skala Nasional

Melihat skala kerusakan dan luasnya dampak, penanganan bencana Tapteng telah mendapat atensi nasional. Pemerintah pusat, BNPB, dan lembaga kemanusiaan telah mengirimkan tambahan logistik serta personel.

Pusat pengungsian difokuskan di GOR Pandan, lengkap dengan dapur umum, pos kesehatan, dan pusat informasi keluarga korban. Bantuan berupa tenda, makanan siap saji, air bersih, selimut, dan obat-obatan terus dikirim, meski terkendala akses yang masih tertutup.

Kemanusiaan untuk Tapteng

“Di tengah gelapnya bencana, kepedulian adalah cahaya pertama yang menuntun harapan.”

“Tanah boleh longsor, tetapi tekad untuk bangkit tak boleh runtuh.”

“Setiap nyawa yang hilang adalah panggilan bagi kita untuk lebih sigap menjaga alam dan sesama.”

“Derita satu daerah adalah derita kita semua sebagai bangsa.”

“Harapan tidak pernah hilang; ia hanya menunggu tangan-tangan yang mau membantu.”

“Ketika alam menguji, persatuan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan.”

“Air bisa menghanyutkan rumah, tetapi tidak bisa menghanyutkan keberanian masyarakat Tapteng untuk bangkit.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini