Medan, LINI NEWS – Paripurna DPRD Kota Medan hari itu seolah mendapat energi baru. Saat banyak fraksi hadir sekadar menjalankan formalitas, Fraksi NasDem tampil sebagai garda terdepan, membawa api semangat yang justru mendinginkan keresahan publik atas lemahnya layanan Pemadam Kebakaran kota ini.
Ketika Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos berdiri membaca pandangan fraksi, suasana ruang paripurna berubah: fokus, tegang, dan penuh ekspektasi.
Para anggota dewan yang tadinya duduk santai, spontan menegakkan tubuh. Wartawan pun bersiap mencatat. Ada sesuatu yang berbeda — Fraksi NasDem bicara, dan gedung itu mendengar.
NasDem Memimpin Narasi Keselamatan Publik
NasDem memulai dengan menegaskan standar pelayanan minimal: Armada Damkar harus tiba ke lokasi kebakaran maksimal 15 menit.
Tidak boleh dinegosiasikan. Tidak boleh ditawar. Pemerintah harus berani menempatkan nyawa warga di atas semua agenda politik.
“Ini bukan sekadar target, tapi garis merah moral,” tegas Antonius — sebuah pernyataan yang memancing tepuk tangan spontan.
Bukan Hanya Memadamkan Api — Tapi Juga Memadamkan Luka Warga
Fraksi NasDem mengangkat isu yang selama ini luput dari perhatian banyak pihak:
tindakan pasca kebakaran.
Bukan hanya gedung yang hangus, tetapi hidup warga yang ikut runtuh.
NasDem meminta agar Ranperda ditambah aturan mengenai:
Bantuan sosial cepat
Skema rehabilitasi untuk MBR
Mekanisme bantuan pasca bencana yang tidak berbelit
“Ketika api padam, kesedihan belum padam. Di sanalah negara harus hadir,” ujar Antonius lantang.
Peningkatan SDM: Medan Harus Punya “Pasukan Pemadam Kelas Nasional”
Medan memiliki lokasi diklat Damkar di Medan Tuntungan.
Namun, fasilitas itu hanya akan menjadi monumen kosong jika tidak dimaksimalkan.
NasDem mendorong:
Pelatihan bersertifikasi
Penguatan profesionalisme
Program rutin peningkatan kompetensi
“Tak ada kota besar tanpa petugas besar,” tegas Antonius.
Dan kembali, paripurna bergetar oleh dukungan tepuk tangan.
Armada Harus Siap Tempur — Sesuai Standar Nasional
NasDem mendesak pemerintah melengkapi armada sesuai Permendagri 122/2018, termasuk:
Unit pemadam gang sempit
Mobil pemadam gedung tinggi
Heavy Rescue Truck
Hazmat Rescue Truck untuk B3
Tactical Rescue Truck
APD lengkap standar nasional
Bagi NasDem, perlindungan warga tidak boleh setengah-setengah.
Kesejahteraan Petugas Damkar: Mereka Pahlawan, Bukan Sekadar Pegawai
Fraksi NasDem memberi tekanan kuat pada isu ini.
Petugas Damkar — PNS, PPPK, maupun alih daya — setiap hari menghadap api, ancaman runtuhan, dan racun asap.
NasDem meminta:
Tunjangan risiko yang layak
Asuransi tambahan
Perlindungan kerja yang manusiawi
“Mereka mempertaruhkan nyawa — pemerintah wajib mempertaruhkan anggaran,” kata Antonius, menutup bagian ini dengan nada tegas.
Keputusan Tegas: NasDem Menyetujui Ranperda
Tetapi bukan sekadar menyetujui.
NasDem menyetujui sambil memimpin standar baru dalam keselamatan publik, penanggulangan bencana, dan perlindungan petugas.
FRAKSI NASDEM — Hening Sejenak, Ruang Paripurna Mendengarkan
“Keselamatan warga adalah hukum tertinggi — tak boleh dikalahkan oleh alasan teknis.”
“Nyawa tak bisa ditunda; armada pun tak boleh terlambat.”
“Ketika api menyala negara harus hadir, ketika api padam negara tak boleh hilang.”
“Profesionalisme pemadam lahir dari latihan tanpa henti, bukan dari keberanian sesaat.”
“Kota ini besar karena rakyatnya. Maka perlindungan bagi rakyat harus jauh lebih besar.”
“Petugas Damkar mempertaruhkan nyawa; pemerintah wajib mempertaruhkan anggaran.”
“Perda ini adalah janji moral: bahwa tidak ada satu rumah pun di Medan yang dibiarkan sendirian menghadapi api.” imbuhnya menutup.
(Nurlince Hutabarat)




