Medan, LINI NEWS – Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, kembali menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) yang digelar di halaman SMP Islam Al-Fadhli, Jalan Eka Bakti, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Minggu (12/7/2026), Rommy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat toleransi antarumat beragama, menumbuhkan semangat nasionalisme, serta menolak segala bentuk paham radikalisme yang dapat memecah belah bangsa.
Kegiatan yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para pelajar tersebut berlangsung penuh antusias. Dalam paparannya, Rommy menekankan bahwa keberagaman merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia yang harus dijaga melalui sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta mengedepankan persatuan.
Menurut Rommy, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memeluk agama dan menjalankan ibadah sesuai keyakinannya. Hak tersebut telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjadi implementasi nyata dari sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.
“Agama dan kepercayaan merupakan urusan pribadi setiap orang dengan Tuhan. Tidak boleh ada pihak yang mengintervensi ataupun memaksa orang lain mengikuti keyakinannya. Negara telah menjamin kebebasan setiap warga untuk beribadah sesuai agamanya,” tegas Rommy.
Ia menjelaskan bahwa toleransi bukan hanya menghormati perbedaan agama, tetapi juga menjaga kerukunan sebagai modal utama menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Menjunjung Nilai Kemanusiaan
Pada pembahasan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Rommy mengajak masyarakat menjunjung tinggi hak asasi manusia, memperkuat rasa saling menghargai, mengembangkan budaya gotong royong, serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan.
Ketua Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila (PAC PP) Medan Polonia tersebut juga mengingatkan bahwa seluruh warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa memandang suku, agama, ras maupun latar belakang sosial.
“Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang boleh membeda-bedakan ataupun merendahkan sesama manusia,” ujarnya.
Persatuan Indonesia Harus Dijaga
Memasuki pembahasan sila ketiga, Rommy menegaskan pentingnya menanamkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), termasuk paham radikalisme yang berpotensi merusak persatuan bangsa.
“Radikalisme yang membawa isu suku, agama, dan ras tidak boleh masuk dalam kehidupan kita. Itu merupakan racun yang sangat berbahaya bagi persatuan bangsa,” katanya.
Menurutnya, menjaga persatuan Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara agar cita-cita bangsa tetap terpelihara.
Musyawarah Jalan Terbaik Menyelesaikan Persoalan
Rommy juga menguraikan makna sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan, baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun organisasi.
“Hasil musyawarah harus dihormati dan dilaksanakan bersama sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keputusan yang telah disepakati,” ungkapnya.
Keadilan Sosial Harus Dimulai dari Diri Sendiri
Saat menjelaskan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Rommy mengajak masyarakat untuk hidup sederhana, bekerja keras, menghargai hasil karya orang lain, serta menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak iri terhadap keberhasilan orang lain, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang.
“Kalau ada tetangga atau saudara yang lebih berhasil, jangan iri. Jadikan itu sebagai motivasi dan pembelajaran agar kita bisa menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Apresiasi Pelajar Medan Johor
Dalam kesempatan tersebut, Rommy memberikan apresiasi kepada para pelajar SD dan SMP yang mampu menjawab berbagai pertanyaan mengenai wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.
Ia mengaku bangga melihat antusiasme para siswa dalam memahami dasar negara.
“Ini kali ketiga saya melaksanakan kegiatan pembinaan ini. Baru di Medan Johor para pelajar mampu menjawab dengan sangat baik pertanyaan tentang wawasan kebangsaan dan Pancasila. Ini menunjukkan semangat mereka patut diapresiasi,” tuturnya.
Siap Kawal Bantuan Pembangunan Mushala
Tidak hanya memberikan pembinaan, Rommy juga merespons aspirasi Kepala Yayasan SMP Islam Al-Fadhli, Salman, terkait kebutuhan pembangunan mushala di lingkungan sekolah.
Rommy menjelaskan bahwa pemerintah memiliki program bantuan pembangunan rumah ibadah sebesar Rp50 juta bagi masyarakat atau lembaga yang memenuhi persyaratan administrasi.
“Ada bantuan sebesar Rp50 juta untuk pembangunan rumah ibadah. Silakan pihak yayasan melengkapi persyaratannya. Saya akan mengawal proses penyalurannya agar bantuan diterima secara utuh tanpa potongan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta yang hadir.
Sementara itu, Kepala Yayasan SMP Islam Al-Fadhli, Salman, menyampaikan apresiasi atas komitmen Rommy Van Boy dalam membantu kebutuhan fasilitas ibadah di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rommy Van Boy atas perhatian dan komitmennya membantu pembangunan mushala di SMP Islam Al-Fadhli.
Semoga beliau senantiasa diberi kemudahan dalam menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Kota Medan,” ucap Salman.
Kata Rommy Van Boy
“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk memperkokoh persatuan Indonesia.”
“Toleransi adalah wujud nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.”
“Tidak ada manusia yang lebih tinggi ataupun lebih rendah; semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum.”
“Radikalisme adalah racun persatuan yang harus ditolak bersama.”
“Musyawarah bukan sekadar tradisi, tetapi jalan terbaik melahirkan keputusan yang bijaksana.”
“Keberhasilan orang lain bukan untuk dicemburui, melainkan dijadikan motivasi agar kita ikut maju.”
“Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, tindakan, dan pengabdian kepada bangsa.”
(Nurlince Hutabarat)




