Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos : Pancasila Sebagai Nafas Kehidupan Berbangsa, Sopo ATRestorasi Perkuat Pengawasan Kebangsaan Hingga DPW–PAC–RANTING

0
7

Medan, LINI NEWS – Suasana penuh semangat, antusias, dan kebersamaan mewarnai kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) yang digelar Anggota DPRD Kota Medan, Antonius Tumanggor, di Sopo ATRestorasi, Jalan Karya Masjid Ujung, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Minggu (18/6/2026).

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga tersebut menjadi ruang edukasi kebangsaan sekaligus penguatan nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

Mengawali kegiatan, Antonius Tumanggor menyampaikan,
“Salam Pancasila!” yang langsung dijawab serentak oleh seluruh peserta dengan penuh semangat:

“Salam Pancasila!”

Dalam suasana yang interaktif, Antonius memberikan tantangan kepada peserta dengan menawarkan hadiah bagi warga yang tidak mampu menyebutkan butir-butir Pancasila.

Namun hasilnya justru menunjukkan tingginya semangat kebangsaan masyarakat—seluruh peserta yang hadir mampu menjawab dan memahami nilai dasar Pancasila.

“Atas semangat dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, saya memberikan apresiasi. Tetapi yang lebih penting, Pancasila tidak berhenti menjadi hafalan, melainkan menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Antonius yang adalah Putra Perwira Purnawirawan Polri tetap berkomitmen setia dan taat pada Pancasila.

Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan Nyata

Dalam pemaparannya, Antonius menegaskan bahwa Pancasila merupakan harga mati dan fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang wajib dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, Indonesia dibangun di atas keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa sehingga semangat persatuan, toleransi, dan gotong royong harus terus dirawat sebagai kekuatan bangsa.

“Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi ideologi bangsa yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai luhur Pancasila harus diwariskan kepada generasi muda agar memiliki karakter kebangsaan yang kuat dan tidak mudah terpengaruh paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tegas Antonius merupakan Ketua Fraksi PNasDem DPRD Medan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengimplementasikan nilai Pancasila melalui tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti menjaga keamanan lingkungan, membangun kepedulian sosial, memperkuat budaya gotong royong, dan menjaga kerukunan antarwarga.

Sopo ATRestorasi Didorong Menjadi Organisasi Independen Pengawal Kebangsaan

Dalam momentum tersebut, Sopo ATRestorasi diproyeksikan menjadi organisasi independen berbasis penguatan nilai kebangsaan dan restorasi sosial masyarakat, yang menjalankan fungsi pendidikan ideologi, penguatan karakter, serta pengawasan sosial berbasis nilai Pancasila.

Melalui struktur organisasi yang dibangun secara berjenjang, keberadaan DPW, PAC, dan Ranting diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan masyarakat secara berkelanjutan.

Struktur dan Ruang Gerak Organisasi

  1. DPW (Dewan Pimpinan Wilayah)
    Berfungsi sebagai pusat koordinasi wilayah, penyusunan program strategis, pembinaan organisasi, serta pengawasan pelaksanaan nilai kebangsaan.
  2. PAC (Pimpinan Anak Cabang)
    Menjadi penghubung pelaksanaan program di tingkat kecamatan, memperkuat komunikasi masyarakat, serta memastikan program berjalan sesuai prinsip organisasi.
  3. Ranting
    Menjadi ujung tombak organisasi di tingkat lingkungan dan komunitas untuk membangun ketahanan sosial, edukasi Pancasila, dan kegiatan kemasyarakatan.

Fungsi Organisasi Independen Sopo ATRestorasi dalam Pengawasan Kebangsaan Pancasila

Fungsi Edukasi — memberikan pendidikan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat.

Fungsi Pengawasan Sosial — mendorong kehidupan masyarakat tetap selaras dengan nilai persatuan dan toleransi.

Fungsi Pemberdayaan — membangun partisipasi warga dalam kegiatan sosial dan gotong royong.

Fungsi Konsolidasi Organisasi — memperkuat koordinasi DPW, PAC, dan Ranting.

Fungsi Pencegahan Disintegrasi — memperkuat daya tahan masyarakat terhadap konflik dan polarisasi.

Fungsi Pembinaan Generasi Muda — menanamkan karakter kebangsaan sejak dini.

Fungsi Restorasi Sosial

Nazara dan lainnya telah mendapat bantuan sosial dari Antonius dan Sopo ATRestorasi pengurusan selain KTP, Akte Kelahiran juga BPJS dalam waktu 5 menit saat dirinya sakit opname di RS Martha Friska P Brayan. Fungsi Sosial—membangun kembali budaya saling menghormati dan kebersamaan.

Tujuan dan Manfaat Penguatan Wawasan Kebangsaan.

Menanamkan penghayatan nilai Pancasila secara nyata.
Memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Meningkatkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Membentuk masyarakat yang berkarakter dan berintegritas.

Menjaga keutuhan NKRI.
Manfaat:

Terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis.

Meningkatnya budaya gotong royong dan solidaritas sosial.

Terbangunnya kepedulian terhadap kehidupan berbangsa.

Menguatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Menjadi benteng terhadap pengaruh yang bertentangan dengan nilai kebangsaan.

Pokok AD/ART Organisasi Independen Sopo ATRestorasi (Konsep Organisasi)

Sebagai organisasi yang menjunjung nilai kebangsaan dan independensi, prinsip dasar yang dapat menjadi pedoman organisasi meliputi:

AD (Anggaran Dasar) Sopo ATRestorasi; :

Nama, identitas, dan asas organisasi berlandaskan Pancasila.

Visi: Membangun Masyarakat berkarakter, nasionalis, dan gotong royong.

Misi: Pendidikan kebangsaan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan persatuan.

Struktur organisasi: DPW– PAC– Ranting.

Mekanisme keanggotaan dan kepemimpinan.

ART (Anggaran Rumah Tangga):
Tata kerja dan mekanisme rapat organisasi.

Program kerja tahunan dan evaluasi.

Kode etik pengurus dan anggota.
Mekanisme kaderisasi dan pembinaan anggota.

Sistem pengawasan internal dan pelaporan kegiatan.

ANTONIUS TUMANGGOR S.Sos:

“Pancasila harus hidup dalam tindakan, bukan berhenti pada hafalan.”

“Persatuan adalah kekuatan utama menjaga Indonesia.”

“Gotong royong adalah budaya yang menyatukan masyarakat.”

“Generasi muda harus dibekali karakter kebangsaan yang kuat.”
“Perbedaan adalah kekayaan, bukan alasan perpecahan.”

“Organisasi masyarakat harus menjadi penjaga nilai Pancasila.”
“Nasionalisme dimulai dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.”

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Sopo ATRestorasi, Edison Sibagariang S.Sos, menyampaikan bahwa pada Juli 2026 organisasi akan melaksanakan pelantikan kepengurusan Sopo ATRestorasi tingkat Ranting sebagai langkah memperluas penguatan organisasi dan pembinaan kebangsaan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat nasionalisme, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan NKRI melalui implementasi nyata nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan masyarakat.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini