Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos Hadiri Penutupan Lomba Pemazmur 2025

0
113

Medan, LINI NEWS – Ribuan umat Katolik memadati Komplek Yayasan Perguruan Budi Murni, Jalan Timor No. 34 Medan, Sabtu (6/12), pada puncak acara Lomba Pemazmur Kota Medan 2025. Suasana penuh haru, syukur, dan kegembiraan mewarnai acara yang menghadirkan para Pastor, pengurus paroki, OMK, peserta lomba, perwakilan TNI–Polri, OPD, serta tokoh-tokoh Katolik termasuk Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos.

Acara dibuka dengan doa, dilanjutkan sambutan Ketua Panitia Edison Sibagariang yang menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan jajaran, serta menyebut sejumlah tokoh yang hadir mendukung penuh kegiatan, termasuk Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Beni Sinomba Siregar, anggota DPRD Medan Antonius Tumanggor, Modesta Marpaung, serta Pastor Yohannes Sampang Tumanggor dari Kevikepan KAM.

“Dengan dukungan 13 paroki dan banyak pihak, acara ini dapat berjalan baik dan penuh sukacita,” ujar Edison.

Tema, Peserta, dan Tujuan Lomba

Lomba Pemazmur tahun ini mengangkat tema “Mazmur: Suara Umat, Nada Pengharapan” dan diikuti 105 peserta, terdiri dari 69 OMK dan 36 dewasa.

Edison menegaskan tujuan kegiatan ini:

menggali talenta seni musik gerejawi,

membentuk pemazmur yang siap melayani di gereja,

memperkuat kerukunan umat beragama, sejalan dengan semangat “Medan untuk Semua”.

Ia berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan dengan skala yang lebih besar.

Pastor Sampaikan Curhat Soal Pendidikan Agama Katolik

Salah satu momen paling menyita perhatian adalah ketika Pastor Yohannes Sampang Tumanggor menyampaikan secara terbuka kondisi pendidikan agama Katolik di sekolah negeri.

“Kami mendata, ribuan siswa Katolik di SD, SMP, hingga SMA negeri di Medan tidak mendapat pelajaran agama Katolik karena tidak tersedianya guru agama Katolik,” ucapnya.

Ia menyebut ada sekolah dengan 10, 15 bahkan 40 siswa Katolik, namun tetap tidak memperoleh pembelajaran agama sesuai keyakinan mereka.

“Undang-Undang sudah jelas: siswa berhak mendapat pelajaran agama yang sesuai dan diajarkan oleh guru seiman. Banyak anak-anak kami menerima pelajaran agama, tetapi bukan agama mereka. Mohon ini menjadi perhatian serius,” tegas Pastor.

Pastor juga menegaskan bahwa lomba ini bukan hanya kompetisi, tetapi proses pembinaan generasi muda agar semakin kuat dalam liturgi.

Respons Kadis Pendidikan Beni Sinomba

Kadis Pendidikan & Kebudayaan Kota Medan Beni Sinomba Siregar mengapresiasi kegiatan yang dianggap menghidupkan nilai iman dan karakter.

“Ini bukan sekadar ajang vokal. Mazmur adalah doa, refleksi, dan energi spiritual. Setiap ayat mengajarkan syukur, pengharapan, dan keteguhan,” ujarnya.

Ia berharap lomba ini melahirkan generasi pemazmur yang menjadi inspirasi, memperkuat persatuan, serta memberi dampak positif bagi masyarakat.

Kehadiran Tokoh Publik: Antonius Devolis Tumanggor

Kehadiran Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor S.Sos mendapat perhatian umat. Dikenal aktif menyuarakan aspirasi umat Katolik, kehadirannya dinilai sebagai bentuk dukungan moral terhadap pengembangan iman, pendidikan, serta kegiatan liturgi di Kota Medan, menuturkan:

“Mazmur adalah suara hati yang disampaikan dengan kejujuran dan iman.”

“Di dalam nada, tersimpan harapan; di dalam doa, tersimpan kekuatan.”

“Pelayanan liturgi bukan panggung, tetapi persembahan jiwa.”

“Iman tumbuh ketika suara pujian menjadi teladan.”

“Setiap pemazmur adalah pembawa damai dalam keheningan doa umat.”

“Pendidikan iman adalah hak, bukan hadiah.”

“Suara umat adalah cahaya bagi masa depan gereja.”

Daftar Pemenang Lomba Pemazmur 2025

Kategori OMK

Juara I: Novina Lastiar Pakpahan – 830

Juara II: Putri Winda Laura Sinurat – 828

Juara III: Geraldo Edithstein Marguditi

Juara IV: Jannice Firdawati Naibaho – 748

Juara V: Yohana Teresia Naibaho – 730

Kategori Dewasa

Juara I: Montesqien Silalahi – 765

Juara II: Christien Julita Panjaitan – 752

Juara III: Charles Agustinus Manullang – 745

Juara IV: Fatius Gulo – 722

Juara V: Hadianus Odinaiten – 710

Acara ditutup dengan tarian, lagu mars “Medan untuk Semua”, serta penyerahan bantuan banjir dari Kevikepan Medan Katedral dan Medan Hayam Wuruk kepada Paroki Padre Pio.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini