Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B., mendorong Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Sumatera Utara terus memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas organisasi, serta mempertahankan tradisi juara yang telah ditorehkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumut.
Wong berharap FOBI Sumut kembali menunjukkan prestasi membanggakan dan menjadi salah satu penyumbang medali bagi Sumatera Utara pada PON XXII tahun 2028 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Wong saat menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi FOBI Sumatera Utara masa bakti 2026–2030 di Hall Persahabatan Sinchew Daily, Gedung Mitsu Kampus Hijau STBA PIA, Medan, Minggu (1/11/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wong yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina FOBI Sumut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan periode 2026–2030 mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan komitmen untuk memajukan olahraga barongsai.
“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemajuan bagi organisasi, terutama dalam membina atlet dan mengembangkan olahraga barongsai,” ujar Wong.
Barongsai, Perpaduan Budaya dan Olahraga Prestasi
Menurut Wong, barongsai bukan sekadar seni pertunjukan tradisional yang identik dengan budaya Tionghoa, melainkan juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai persaudaraan, kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebersamaan.
Di balik gerakan atraktif para pemain barongsai, terdapat latihan fisik, konsentrasi tinggi, keterampilan teknis, keseimbangan, serta koordinasi yang membutuhkan kerja sama tim secara solid.
“Barongsai memiliki keunikan tersendiri. Di dalamnya terdapat nilai budaya dan tradisi, sekaligus unsur olahraga yang menuntut keterampilan, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Sebagai bagian dari kekayaan bangsa, barongsai tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan prestasi,” jelasnya.
Wong berharap FOBI Sumut mampu memperluas pembinaan atlet hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Generasi muda juga perlu diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal, mempelajari, dan menekuni olahraga barongsai.
Ia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak cukup hanya ditentukan oleh susunan kepengurusan, tetapi harus dibuktikan melalui program kerja yang terukur, pembinaan berkelanjutan, serta prestasi nyata.
“Kemajuan organisasi tidak hanya ditentukan oleh susunan kepengurusan, tetapi juga oleh kekompakan dan kemampuan menjalankan program kerja secara nyata. Saya berharap FOBI masa bakti 2026–2030 dapat memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan berbagai elemen masyarakat,” tegasnya.
Ketua Permabuddhi Sumut tersebut juga mengajak seluruh pengurus menjadikan momentum pelantikan sebagai titik awal memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, dan meningkatkan prestasi olahraga barongsai.
Juara Umum PON 2024 Menjadi Modal Menuju PON 2028
Sementara itu, Dewan Pembina FOBI, Juswan Tjoe, menyampaikan bahwa olahraga barongsai semakin mendapatkan tempat di tengah masyarakat. Selain menjadi bagian dari kebudayaan, barongsai telah berkembang sebagai cabang olahraga prestasi yang dipertandingkan dalam ajang PON.
Ketua Harian PB FOBI, Arifin Himawan, yang mewakili Ketua Umum FOBI, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan olahraga barongsai di Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Ia menyebut keberhasilan Tim Barongsai Sumatera Utara meraih predikat juara umum pada PON XXI 2024 Aceh-Sumut merupakan pencapaian penting sekaligus kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara.
Prestasi tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, pengurus, serta dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang berkontribusi terhadap pembinaan olahraga barongsai
Arifin juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang membawa nama Sumatera Utara, termasuk anggota TNI yang turut memperkuat tim dan berkontribusi dalam pencapaian prestasi tersebut.
KONI Sumut Harapkan FOBI Kembali Sumbang Medali
Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Sumatera Utara, Kolonel TNI (Purn.) Hatunggal Siregar, melalui sambutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan FOBI Sumut periode 2026–2030.
Ia berharap FOBI dapat mempertahankan kontribusinya dalam perolehan medali Sumatera Utara pada PON XXII 2028.
“Kami dari KONI Sumut mengucapkan terima kasih atas terbentuknya kepengurusan FOBI Sumut.
Kami sangat berharap FOBI dapat kembali memberikan kontribusi besar seperti pada PON 2024, ketika berhasil meraih empat medali emas dan dua perunggu. Kita berdoa agar pada PON 2028 mendatang, FOBI Sumut dapat memberikan prestasi yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia juga berharap pembinaan atlet dilakukan secara berkesinambungan, sehingga olahraga barongsai semakin dikenal, diminati, dan berkembang di kalangan generasi muda.
Barongsai sebagai Kekayaan Budaya Indonesia
Dr. Sofyan Tan dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa barongsai merupakan seni pertunjukan tradisional Tiongkok yang menampilkan gerakan singa melalui kostum khusus.
Dalam tradisi masyarakat Tionghoa, pertunjukan barongsai dipercaya membawa keberuntungan dan kebahagiaan serta mengusir energi negatif.
Namun, seiring perkembangan zaman, barongsai telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia dan berkembang menjadi cabang olahraga yang menuntut kemampuan fisik, keterampilan, serta kekompakan para atlet.
Sofyan Tan turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FOBI Sumut yang baru dilantik. Ia berharap organisasi tersebut terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dihadiri Pengurus dan Tokoh Olahraga
Pelantikan Pengurus FOBI Sumut masa bakti 2026–2030 tersebut dihadiri Ketua Umum Pengprov FOBI Sumut Peter Suhendra, Ketua Harian Pengprov FOBI Sumut David So, Ketua Panitia Pelantikan dr. (c) Bobby Christian Halim, S.H., M.H., CPM, Ketua Umum Pengkot FOBI Medan Endrik Tjiawi, Ketua Umum Pengkab FOBI Deli Serdang Jenni, Ketua Umum Pengkot FOBI Binjai Ricky, serta Ketua Umum Pengkot FOBI Tebing Tinggi Tan Tji Kiat.
Turut hadir anggota DPRD Sumatera Utara Landen Marbun, anggota DPRD Kota Medan Dr. Lily Tan, para pengurus FOBI, tokoh masyarakat, tokoh olahraga, tokoh budaya, serta jajaran pengurus FOBI dari Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Tebing Tinggi.
Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan organisasi dan pembinaan atlet secara lebih terarah. Dengan modal prestasi juara umum PON 2024, FOBI Sumut kini menghadapi tantangan mempertahankan pencapaian sekaligus mempersiapkan atlet terbaik untuk membawa nama Sumatera Utara pada PON 2028.
Semangat olahraga, budaya, persaudaraan, dan prestasi
Tradisi Juara:
“Juara bukan sekadar gelar yang dikenang, melainkan tanggung jawab untuk mempertahankan prestasi.”
Pembinaan:
“Atlet hebat tidak lahir dalam sehari, tetapi ditempa melalui latihan, disiplin, dan pengorbanan.”
Persatuan:
“Kekompakan pengurus adalah kekuatan organisasi, sedangkan kekompakan atlet adalah kunci kemenangan.”
Budaya:
“Melestarikan barongsai berarti menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan kebanggaan bangsa.”
Buat Generasi Muda:
“Berikan ruang kepada genenerasi muda, karena di tangan merekalah masa depan olahraga dan budaya dipertahankan.”
Pentinhnya Prestasi:
“Empat emas dan dua perunggu adalah catatan sejarah, tetapi PON 2028 menjadi kesempatan untuk mencetak sejarah berikutnya.”
Integritas:
“Jabatan adalah amanah, pembinaan adalah tanggung jawab, dan prestasi adalah bukti nyata pengabdian.”
(Nurlince Hutabarat)




