Destanul Aulia SKM, MBA, MEc, Ph.D. Apresiasi Gebrakan Spektakuler Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas Terkait Revitalisasi 31 Puskesmas

0
21

Mwdan, LINI NEWS – Pengamat Kesehatan Sumatera Utara, Destanul Aulia, SKM, MBA, MEc, Ph.D., mengapresiasi langkah gebrakan spektakuler Pemerintah Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H. Zakiyuddin Harahap yang merevitalisasi 31 fasilitas kesehatan dengan anggaran sekitar Rp125,9 miliar.

Program tersebut mencakup pembangunan tiga Puskesmas baru dan renovasi 28 Puskesmas yang ditargetkan

ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026.

“Saya mengapresiasi perhatian Wali Kota Medan terhadap pembangunan dan renovasi Puskesmas.

Namun, pembangunan fisik harus diikuti reformasi pelayanan kesehatan primer secara menyeluruh,” ujar Destanul, Senin (19/10/2026).

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Sumatera Utara itu menegaskan, keberhasilan revitalisasi tidak cukup diukur dari kemegahan gedung, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang dirasakan masyarakat.

Menurutnya, Pemko Medan perlu memperhatikan tujuh strategi utama, yakni evaluasi kemampuan pelayanan, pemerataan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan obat dan alat medis, penguatan upaya pencegahan penyakit, pemetaan masalah kesehatan masyarakat, digitalisasi pelayanan, serta penilaian kinerja berbasis hasil nyata.

Destanul juga mengingatkan bahwa predikat akreditasi Puskesmas tidak otomatis menjamin seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi. Ketersediaan dokter, keramahan petugas, kecepatan pelayanan, kelengkapan obat, dan ketepatan rujukan harus menjadi perhatian serius.

Ia menilai Puskesmas perlu menjadi pilihan pertama masyarakat untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama, sekaligus lebih aktif mencegah penyakit melalui skrining, edukasi, dan pendampingan kelompok berisiko.

Destanul menyarankan Wali Kota Medan menetapkan program transformasi Puskesmas dengan target terukur selama satu tahun, disertai audit kesiapan pelayanan dan evaluasi berkala terhadap kepuasan masyarakat.

“Jangan sampai kita berhasil membangun Puskesmas yang megah, tetapi belum berhasil membangun kepercayaan masyarakat. Puskesmas yang berhasil bukan hanya yang banyak dikunjungi orang sakit, melainkan yang mampu membuat masyarakat semakin sehat,” tegasnya.

Menurut Destanul Aulia:

“Gedung boleh megah, tetapi pelayanan harus lebih berkualitas.”

“Revitalisasi bukan sekadar membangun gedung, melainkan membangun kepercayaan.”

“Akreditasi adalah standar, kepuasan masyarakat adalah bukti pelayanan.”

“Puskesmas hebat bukan hanya mengobati, tetapi juga mencegah penyakit.”

“Fasilitas modern harus diimbangi tenaga kesehatan yang profesional.”

“Kepercayaan masyarakat lahir dari pelayanan yang cepat, ramah, dan tepat.”

“Keberhasilan pembangunan kesehatan diukur dari masyarakat yang semakin sehat, bukan hanya gedung yang semakin megah.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini