Jaya Pura, LINI NEWS – Dunia akademik kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dr Sabar Parlindungan Sormin lahir di Medan, 24 Juli 1964 resmi menyandang gelar doktor dengan predikat terbaik,Indeks Prestasi (IP) 3, 99 teringgi setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang berlangsung khidmat dan penuh apresiasi dari para penguji.
Saat usia 60 tahun lebih, api intelektual itu justru bersinar kemilau Dr. Sabar Parlindungan Sormin, S.Kom., M.M.S.I, kelahiran 24 Juli 1964, menorehkan capaian akademik yang impresif sebagai Wisudawan Lulusan teebaik pada Program Doktor Ilmu Sosial.
Keberhasilan ini bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga simbol ketekunan, integritas, dan dedikasi panjang dalam dunia pendidikan dan pengabdian.
Riwayat Pendidikannya dimulai dari:
SD HKBP Glugur, Kota Medan (1975)
SMP Negeri 9 Kota Medan (1979)
SMA Negeri 3 Kota Medan (1982)
S1 STMIK Gunadarma Jakarta (1993)
S2 Universitas Gunadarma Jakarta (2001)
Di hadapan para profesor dan tamu undangan, Dr Sabar menunjukkan pebcapaian analisis, ketajaman metodologi, serta kontribusi ilmiah yang dinilai relevan dan solutif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Sidang Promosi yang Penuh Apresiasi
Sidang terbuka tersebut berlangsung dinamis.
Para penguji memberikan pertanyaan kritis yang dijawab dengan argumentasi komprehensif dan data yang kuat. Studi dalam waktu 2 tahun 6 bulan, meraih predikat Pujian (Cum Laude) sekaligus dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik.
Disertasi yang diangkat tidak hanya memuat kajian teoritis, tetapi juga menawarkan pendekatan aplikatif yang berorientasi pada solusi.
Ketua sidang dalam keterangannya menyampaikan bahwa predikat terbaik diberikan berdasarkan akumulasi nilai akademik, kualitas riset, serta konsistensi integritas ilmiah selama masa studi.
“Ini adalah capaian yang lahir dari proses panjang dan disiplin tinggi,” ujarnya.
Perjalanan Akademik yang Konsisten
Sejak awal menempuh pendidikan doktoral, Dr Sabar dikenal sebagai pribadi yang kuat, tekun dan fokus.
Ia aktif dalam forum ilmiah, seminar nasional, serta publikasi akademik.
Rekan-rekannya menyebutnya sebagai figur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.
Baginya, gelar doktor bukanlah puncak, melainkan tangga baru untuk memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dalam momen penuh haru tersebut, dirangkumnya dengan merefleksikan perjalanan dan nilai perjuangan Dr Sabar Parlindungan Sormin:
Rekam Jejak Jabatan Strategis
Dalam karier birokrasi, Dr. Sabar mengemban berbagai posisi penting di Badan Kepegawaian Negara (BKN):
Direktur Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian BKN RI (2014–2016)
Direktur Pengolahan Data dan Informasi Kepegawaian BKN RI (2016–2018)
Direktur Arsip Kepegawaian BKN Pusat (2018–2019)
Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari, Papua Barat (2019–2020)
Kepala Kantor Regional XI BKN Jayapura, Papua (2020–2024)
Staf Khusus Penjabat Gubernur Papua (2024–2025)
“Dr Sabar menebar kesabaran adalah jembatan antara mimpi dan kenyataan.”
Di balik capaian tersebut, ia didukung oleh keluarga: istri tercinta Dra. Tiurma Ida Simanjuntak, putra Opin Adelpho Marnata Sormin, SP., MM., menantu Thasya Zelinsky Lumbantobing, SP., serta cucu Sabda Gema Aberash Sormin.
Pencapaian doktoral ini adalah pesan tegas: integritas, pengalaman, dan kehausan akan ilmu dapat berjalan beriringan.
“Ilmu dengan integritas jadikan cahaya dan harapan.”
Pengetahuan disertai moralitas meretaskan bintang kemilau .
Dengan integritas, kecerdasan tidak kehilangan arah dan makna.
Proses panjang dalam pendidikan mengajarkan bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan dan daya tahan menghadapi ujian.
“Kerendahan hati memperindah setinggi apa pun pencapaian.”
“Ketelitian adalah bentuk penghormatan pada kebenaran.”
Dalam riset, setiap data adalah amanah. Ketelitian mencerminkan tanggung jawab ilmiah.
“Belajar adalah ibadah panjang yang tak pernah selesai.”
Pendidikan bukan sekadar meraih gelar, tetapi perjalanan spiritual untuk terus bertumbuh.
Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin dalam pula sikap rendah hatinya.
“Disiplin adalah bahasa sunyi dari keberhasilan.”
Prestasi tidak selalu terlihat dari luar; ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang konsisten.
“Doktor bukan akhir perjuangan, melainkan awal pengabdian.”
Gelar akademik harus menjadi alat untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Capaian Dr Sabar diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Sumatera Utara, untuk terus menempuh pendidikan tinggi dengan semangat dan dedikasi.
Keberhasilan ini juga memperkuat optimisme bahwa sumber daya manusia daerah mampu bersaing dan unggul di tingkat nasional maupun internasional.
Di tengah tantangan zaman yang kompleks, lahirnya doktor dengan predikat terbaik menjadi pengingat bahwa kerja keras, integritas, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan tetap menjadi fondasi utama membangun peradaban.
Selamat kepada Dr Sabar Parlindungan Sormin.
Semoga gelar doktor yang diraih menjadi cahaya bagi banyak orang dan jejak ilmu yang terus mengalir sepanjang zaman.
(Salomo Simorangkir)




