Ketua Komisi III Salomo Pardede Pentingnya Pengelolaan Sampah, Warga Apresiasi Salomo Pardede Setelah Petugas Kebersihan Hadir

0
70

Medan, LINI NEWS – Kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tentang pengelolaan sampah yang digelar di kawasan Medan Johor, Sabtu (7/2/2026), mendapat respons positif dari warga.

Kehadiran petugas kebersihan setelah sosialisasi menjadi salah satu alasan masyarakat memberikan apresiasi kepada Ketua Komisi III DPRD Kota Medan, Salomo Tabah Ronal Pardede, yang dinilai aktif mendorong implementasi aturan persampahan di tingkat lingkungan.

Sebagai Ketua Komisi III DPRD Kota Medan yang membidangi pengawasan sektor ekonomi dan pelayanan publik, Salomo menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, lingkungan, dan kualitas hidup perkotaan.

Fokus Penyampaian: Sampah Sebagai Tanggung Jawab Bersama
Dalam penyampaiannya, Salomo menegaskan bahwa Perda tentang pengelolaan sampah harus dipahami bukan sebagai aturan yang bersifat menghukum, melainkan sebagai pedoman bersama untuk membangun budaya bersih.

Ia menyampaikan beberapa poin utama kepada warga:

Pentingnya pemilahan sampah dari rumah tangga.

Peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Koordinasi antara warga, kepala lingkungan, dan petugas kebersihan.

Edukasi tentang dampak sampah terhadap banjir dan penyakit.

Perlunya pengawasan sosial agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dikurangi.

Menurutnya, keberhasilan perda tidak hanya diukur dari adanya aturan, tetapi dari perubahan perilaku masyarakat.

Warga Apresiasi Kehadiran Petugas Kebersihan

Beberapa hari setelah kegiatan sosialisasi berlangsung, warga mengaku melihat kehadiran petugas kebersihan lebih rutin di sejumlah titik yang sebelumnya kerap dipenuhi tumpukan sampah. Hal itu membuat masyarakat merasa suara mereka mulai didengar.

Sejumlah tokoh lingkungan menyebut bahwa kegiatan sosialisasi memberi dampak psikologis positif karena pemerintah dan legislatif terlihat hadir secara langsung mendengar aspirasi warga.

“Kami merasa diperhatikan. Setelah kegiatan itu, lingkungan jadi lebih bersih dan petugas mulai rutin datang,” ungkap salah seorang warga yang hadir dalam kegiatan.
Penekanan pada Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Dalam kesempatan itu, Salomo juga menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri.

Ia mengajak warga untuk menjadikan kebersihan sebagai gerakan sosial, bukan sekadar program tahunan.
Menurutnya, ketika masyarakat peduli terhadap lingkungan, beban pemerintah akan jauh lebih ringan dan hasilnya lebih cepat terlihat.

Penyampaian Salomo Pardede:

“Sampah bukan hanya persoalan kota, tetapi cermin kedisiplinan kita sebagai masyarakat.”

“Lingkungan bersih lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama setiap hari.”

“Perda dibuat bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menuntun.”

“Kalau rumah kita bersih, maka kota kita pun akan sehat.”

“Petugas kebersihan bekerja maksimal ketika warga ikut menjaga.”

“Kesadaran lingkungan adalah investasi untuk anak-anak kita.”

“Kebersihan bukan tugas pemerintah saja, tetapi kehormatan bersama.”

Harapan Ke Depan

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal terciptanya kesadaran kolektif di kawasan Medan Johor, terutama dalam membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah.

Warga berharap kegiatan serupa terus dilakukan secara rutin agar komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat tetap terjaga, sekaligus memastikan pelayanan kebersihan berjalan konsisten.

Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan legislatif, persoalan sampah di lingkungan perkotaan diharapkan dapat ditekan secara bertahap, sehingga Medan menjadi kota yang lebih bersih dan nyaman untuk semua.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini