Aksi Kemanusiaan Tahap I DPP REMANTAP “Arus Banjir Tak Mematahkan Harapan REMANTAP Hadir Membawanya Kembali”

0
104

Deli Serdang, LINI NEWS – Di tengah kubangan air yang masih menenggelamkan sudut-sudut pemukiman di Kampung Lalang, suara kemanusiaan justru bergema lebih nyaring. DPP REMANTAP (Relawan Aksi Kemanusiaan dan Lingkungan Tanggap Bencana & Peduli Pariwisata) turun langsung menggelar Aksi Kemanusiaan Tahap I, Minggu, 7 Desember 2025, membawa pesan bahwa badai tidak pernah lebih kuat dari solidaritas.

Sejumlah pengurus REMANTAP hadir dengan kekuatan penuh, didampingi oleh Kepling dan Babinsa yang memastikan distribusi bantuan berjalan tertib. Kedatangan para relawan disambut hangat oleh warga yang sejak pagi telah menanti uluran tangan.

Kegiatan dimulai dengan pembagian makan siang gratis kepada masyarakat terdampak. Wajah-wajah yang letih akibat banjir seketika berubah cerah ketika relawan mengulurkan paket makanan. Usai santap siang, bantuan lanjutan berupa paket sembako, kebutuhan harian, dan perlengkapan warga diserahkan secara simbolis kepada warga dan Kepling setempat.

Seluruh bantuan dihimpun dari donasi sukarela pengurus dan anggota REMANTAP, serta dukungan pihak-pihak yang tak ingin tinggal diam melihat saudara sebangsa tertimpa bencana.

Wakil Ketua REMANTAP, Jaka, menyampaikan rasa harunya melihat sambutan masyarakat.
“Antusiasme warga hari ini menyentuh hati kami. Ini baru Tahap Pertama. REMANTAP akan kembali, bukan hanya ke sini, tetapi ke titik-titik lain yang membutuhkan. Kami tidak berhenti di sini.”

Salah satu warga, Ibu Sri, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya.
“Terima kasih sebesar-besarnya. Semoga bantuan ini membawa berkah, dan para donatur diberi rezeki berlimpah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Aksi ini bukan sekadar penyaluran bantuan. Ia menjadi bukti bahwa REMANTAP hadir dengan komitmen yang tidak ritualistik: bukan hanya datang saat ramai, tetapi ada ketika warga membutuhkan uluran tangan nyata.

Amanat Aksi REMANTAP

“Di tengah banjir, kita belajar bahwa kemanusiaan tak pernah boleh surut.”

“Bukan besar bantuannya, tetapi besar hati yang membagikannya.”

“Relawan adalah cahaya ketika bencana memadamkan banyak harapan.”

“Air meluap merendam rumah, tetapi tidak bisa merendam solidaritas.”

“Kepedulian adalah perahu yang mengangkut manusia menuju harapan.”

“Di setiap musibah, selalu ada manusia-manusia yang memilih menjadi penyembuh luka.”

“REMANTAP hadir bukan untuk disorot kamera, tetapi untuk menjawab jeritan masyarakat.”

“Kebaikan yang tulus selalu menemukan jalannya, meski melalui genangan banjir.”

“Bencana menguji ketangguhan alam; kepedulian menguji ketangguhan nurani.”

“Hari ini kita menolong; esok, kebaikan itu kembali dalam bentuk yang tak terduga.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini