Unit K-9 Polda Sumut Temukan Korban Banjir Bandang di Batang Toru

0
116

Tapanuli Selatan, LINI NEWS – Operasi kemanusiaan kembali menunjukkan hasil. Tim Unit Polsatwa K-9 Dit Samapta Polda Sumatera Utara bersama BKO SAR Dit Polsatwa Baharkam Polri menemukan satu korban perempuan yang tertimbun material banjir bandang di Desa Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kamis (4/12/2025). Penemuan ini menjadi bukti komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Temuan di Titik Rawan: Ketelitian K-9 Menembus Material Banjir

Pencarian dimulai pukul 08.00 WIB, mengerahkan empat satwa pelacak K-9 berkualifikasi khusus pencarian korban bencana: Dassa, Rubin, Ari, dan Walet. Keempatnya bergerak menelusuri area berlumpur yang dipenuhi kayu dan puing banjir.

Pada pukul 11.20 WIB, anjing pelacak Dassa memberikan reaksi kuat pada satu titik yang dicurigai menjadi lokasi korban tertimbun. Tim gabungan segera melakukan pembongkaran dan berhasil mengevakuasi seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia.

Polda Sumut: Pencarian Tidak Akan Dihentikan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H., mengapresiasi upaya seluruh unsur di lapangan serta menegaskan bahwa proses pencarian masih akan terus berlanjut.

“Setiap jejak adalah harapan, dan setiap temuan adalah jawaban bagi keluarga korban.”

Menurut Kombes Ferry, satwa K-9 terbukti memiliki peran vital dalam mempercepat evakuasi korban di medan yang sulit.

“Polda Sumut bersama Dit Samapta dan Dit Polsatwa Baharkam Polri terus mengintensifkan pencarian. Peran satwa pelacak sangat krusial, terlebih di kondisi lapangan yang membutuhkan ketelitian ekstra,” ujar Kombes Ferry, Jumat (5/12).

Mengedepankan Kemanusiaan dan Kepastian bagi Keluarga Korban

Selain fokus pada pencarian, Polri juga mengutamakan pendampingan bagi keluarga korban.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Setiap korban yang ditemukan langsung dievakuasi dan diproses tim identifikasi agar keluarga mendapatkan kepastian,” tegasnya.

Operasi ini turut melibatkan Basarnas dan unsur pemerintah daerah, dilengkapi dengan peralatan SAR, drone pemantau area, serta fasilitas kesehatan untuk satwa pelacak.

Medan Berat Tidak Menghalangi Polri Berada di Garda Terdepan

Kombes Ferry menegaskan bahwa medan pencarian yang terjal, berlumpur, dan tidak stabil tidak menyurutkan semangat para personel dan K-9.

“Dalam operasi kemanusiaan, kecepatan adalah kewajiban, dan keselamatan adalah harga yang tidak boleh ditawar.”

Ia memastikan seluruh unsur tetap bekerja penuh kehati-hatian, menjaga kesehatan personel dan satwa pelacak, serta menyesuaikan ritme pencarian agar tetap efektif.

Operasi Berlanjut: Polri Tidak Akan Tinggalkan Lokasi Hingga Tuntas

Hingga saat ini, satu korban perempuan tanpa identitas telah berhasil ditemukan dari titik material banjir. Setelah pemulihan personel dan satwa pelacak, operasi akan kembali digelar untuk menyisir area terdampak lainnya.

Polri menegaskan kembali komitmennya:

Operasi kemanusiaan ini akan terus berjalan hingga seluruh wilayah terdampak dinyatakan aman dan tidak ada lagi korban tertimbun.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini