Tapanuli Selatan, LINI NEWS – Kepedulian jajaran Brimob Polda Sumatera Utara terhadap masa depan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana kembali dibuktikan. Sejak 28 November 2025, personel Brimob Batalyon C secara konsisten menjalankan misi kemanusiaan antar-jemput pelajar dari Desa Groga, Aek Godang, dan Aek Ngadol menuju sekolah darurat di wilayah Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan di tengah kondisi akses jalan rusak berat, dipenuhi lumpur tebal, bebatuan, serta material longsor akibat banjir bandang. Dalam situasi ini, mobil taktis Brimob menjadi satu-satunya sarana transportasi yang memungkinkan anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar setiap hari.
Setiap pagi, puluhan pelajar terlihat menunggu di pinggir jalan dengan harapan armada Brimob datang menjemput mereka. Dengan penuh kehati-hatian, personel Brimob mengantar anak-anak tersebut menuju tenda kelas darurat yang telah disiapkan agar proses pendidikan tidak terhenti meski berada dalam kondisi darurat.

Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, S.I.K., M.M., M.H., M.Han., menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan masyarakat merupakan bagian tak terpisahkan dari misi kemanusiaan Brimob di wilayah bencana.
“Sejak awal terjadinya banjir bandang dan longsor, kami menugaskan personel Brimob untuk secara khusus membantu antar-jemput anak-anak sekolah setiap hari. Ini bukan sekadar soal transportasi, tetapi tentang memastikan masa depan mereka tidak terhenti. Anak-anak harus tetap aman, tetap sekolah, dan tetap memiliki harapan,” tegas Dansat Brimob.
Selain fokus pada pendidikan, jajaran Brimob Polda Sumut juga melaksanakan patroli keamanan pada malam hari di sekitar posko pengungsian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan, memberikan rasa aman, serta memastikan masyarakat terdampak bencana dapat beristirahat dengan tenang.
Seluruh rangkaian tugas tersebut berjalan seiring dengan operasi penanganan bencana yang masih terus dilakukan hingga kondisi wilayah benar-benar pulih.
Kombes Pol Rantau Isnur Eka menegaskan, Brimob Polda Sumut akan tetap berada di garis depan selama masyarakat masih membutuhkan kehadiran negara.
“Kami hadir untuk membantu, melindungi, dan memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan dukungan terbaik. Brimob adalah sahabat masyarakat, terutama di saat-saat paling sulit,”

Di jalan yang retak oleh longsor, Brimob hadir merajut kembali harapan anak-anak untuk tetap bersekolah.
Ketika alam menghalangi langkah, pengabdian Brimob membuka jalan bagi masa depan.
Mobil taktis Brimob bukan sekadar kendaraan, melainkan jembatan menuju cita-cita anak negeri.
Di tengah lumpur dan reruntuhan, Brimob membuktikan bahwa negara tidak pernah absen dari ruang kelas.
Pendidikan boleh darurat, tetapi harapan tak boleh runtuh—itulah pesan sunyi dari kehadiran Brimob.
Brimob mengawal bukan hanya keamanan, tetapi juga mimpi-mimpi kecil yang sedang tumbuh.
Selama anak-anak masih ingin belajar, Brimob akan tetap berdiri di garis depan pengabdian,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan dan luka pascabencana, semangat belajar anak-anak Batang Toru tetap menyala berkat kepedulian dan pengabdian jajaran Brimob Polda Sumut. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran aparat negara yang humanis mampu menjaga harapan dan masa depan generasi bangsa, bahkan di wilayah yang paling terdampak sekalipun.(Nurlince Hutabarat)




