Medan, LINI NEWS — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa pemerintah harus hadir secara nyata dalam menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Peluncuran Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Pemberian Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Oktober–November 2025, di Kompleks Pergudangan Bulog Jalan Mustafa, Kecamatan Medan Timur, Kamis (30/10/2025).
Acara ini turut dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto, Pimpinan Cabang Bulog Medan Rafki Ismael, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Medan Citra Effendi Capah, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ahmad Untung Lubis, serta Camat Medan Timur Noor Alfi Pane.
Pemerintah Hadir Lewat Aksi Nyata
Dalam sambutannya, Wali Kota Rico Waas menyampaikan apresiasi kepada Bulog dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan pangan ini. Ia menekankan bahwa bantuan pangan bukan sekadar distribusi bahan pokok, melainkan bentuk kasih dan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya.
“Pangan adalah denyut kehidupan. Tanpa pangan yang cukup, kesejahteraan hanyalah mimpi. Pemerintah harus hadir, bukan hanya dengan janji, tapi dengan tindakan yang memberi makna,” ujar Rico Waas penuh keyakinan.
Wali Kota juga menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemko Medan dalam menjaga kestabilan harga pangan dan memastikan bantuan tepat sasaran, terutama bagi keluarga prasejahtera.

Mewujudkan ‘Wong Cilik Iso Ngguyu’
Dalam suasana penuh kehangatan, Rico Waas mengutip pesan Presiden Prabowo Subianto yang sangat ia pegang teguh:
“Wong cilik iso ngguyu” — rakyat kecil harus bisa tersenyum.
“Kalimat itu sederhana, tapi maknanya dalam. Untuk membuat rakyat tersenyum, kita harus bekerja keras, bersinergi, dan berempati. Pemerintah, TNI, Polri, Bulog, dan masyarakat harus berjalan seirama,” katanya.
Wali Kota menyalurkan bantuan pangan secara simbolis kepada 30 warga penerima manfaat. Di Kelurahan Pulau Brayan Darat I, total 456 keluarga tercatat sebagai penerima bantuan, masing-masing memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng ‘Minyak Kita’.
Suasana Penuh Keakraban dan Canda
Usai sambutan, Rico Waas mengundang lima warga ke atas panggung untuk mengikuti kuis ringan seputar nama pejabat di wilayah Medan Timur serta olahan beras khas Medan. Gelak tawa pun pecah, mencerminkan kedekatan dan kesederhanaan seorang pemimpin yang membumi.
Wali Kota bahkan mencicipi langsung nasi hasil olahan beras bantuan dan memberikan acungan jempol sebagai tanda apresiasi. Ia juga meninjau gudang Bulog, memastikan kualitas beras dan minyak goreng dalam kondisi baik sebelum disalurkan ke masyarakat.
“Bantuan ini mungkin sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Dari butir beras yang dibagikan, tersimpan harapan agar masyarakat kita tidak lagi resah menghadapi kebutuhan pangan,” ungkapnya.

Bulog Pastikan Stok Aman Jelang Akhir Tahun
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyebutkan bahwa total penerima bantuan pangan di Kota Medan mencapai 79.191 keluarga.
Untuk alokasi Oktober–November 2025, Bulog telah menyiapkan 1.583 ton beras dan 316.764 liter minyak goreng.
“Stok beras dan minyak goreng kita aman. Bahkan, ada tambahan 3,3 juta liter minyak goreng untuk Sumatera Utara. Masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi akhir tahun,” jelas Budi.
Langkah Kecil, Makna Besar
Rico Waas menutup kegiatan dengan pesan reflektif tentang pentingnya sinergi dan kesederhanaan dalam memimpin.
“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari upaya besar kita untuk menyejahterakan masyarakat Kota Medan. Pemerintah harus terus ada, tidak hanya saat rakyat bersuara, tetapi juga ketika mereka diam dalam kesulitan,” pungkasnya.
Wali Kota Medan Rico Waas:
“Pangan bukan sekadar kebutuhan, tapi cermin martabat bangsa.”
“Kehadiran pemerintah harus terasa sampai di dapur rakyat kecil.”
“Senyum rakyat adalah sukses tertinggi seorang pemimpin.”
“Beras boleh putih, tapi perjuangan di baliknya tak pernah hitam putih.”
“Pemimpin sejati bukan yang berjarak, tapi yang hadir di tengah rakyatnya.”
“Bantuan kecil bisa menyalakan harapan besar.”
“Negara kuat lahir dari rakyat yang kenyang, bukan yang lapar.”
“Setiap bulir beras adalah titipan tanggung jawab moral pemerintah.”
“Menolong satu keluarga miskin berarti menyalakan api keadilan sosial.”
“Kita hadir bukan untuk dilihat, tetapi untuk memberi manfaat.”
(Salomo Simorangkir)




