Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan Modesta Marpaung SKM, Kritisi: “Air Bersih Bukan Kemewahan, Tapi Hak Hidup!” Warga Medan Tembung Teriak Karena Tirtanadi Bungkam

0
209

Medan, LINI NEWS – Krisis air bersih berkepanjangan di kawasan Medan Tembung kini kembali menyeruak ke permukaan. Wakil Ketua Komisi II DPRD Medan, Modesta Marpaung, SKM, dengan tegas menyuarakan keluh kesah ratusan warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam penderitaan akibat minimnya akses terhadap air bersih.

“Air bersih bukanlah kemewahan. Itu hak paling dasar dalam hidup manusia. Jika negara diam, maka penderitaan rakyat akan menjadi rutinitas yang dianggap biasa,” tegas Modesta, Rabu (6/8/2025), saat ditemui usai kunjungan kerja di daerah pemilihan.

Politisi Partai Golkar ini secara khusus menyoroti kondisi tragis di Jalan Tempuling, Gang Ibu, Lingkungan 13, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung. Di lokasi ini, lebih dari seratus kepala keluarga harus berjibaku setiap hari demi mendapatkan seember air bersih.

“Cukup sudah rakyat menderita dalam diam. Jangan jadikan birokrasi sebagai pagar penderitaan. Pemko Medan harus bertindak, bukan melempar tanggung jawab ke pundak Perumda Tirtanadi semata,” cetus Modesta lantang.

Modesta juga mengungkapkan bahwa warga setempat telah berulang kali mengajukan permohonan sambungan air bersih ke Perumda Tirtanadi, namun selalu ditolak dengan alasan klasik: kapasitas distribusi tidak mencukupi.

Menanggapi hal itu, Modesta meminta agar Dinas Perkimcikataru Kota Medan tidak menutup mata. Ia mendesak Pemko Medan untuk segera membentuk kolaborasi lintas sektor, termasuk memaksimalkan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai solusi konkret.

“Penderitaan ini bukan karena kekeringan, tapi karena ketidakpedulian. Jangan biarkan rakyat Medan Tembung menjadi pengungsi air bersih di tanahnya sendiri,” tambahnya.

Seruan Modesta Marpaung menjadi tamparan keras bagi para pemangku kepentingan. Di tengah geliat pembangunan kota, masih ada warga yang harus bertahan hidup tanpa akses air bersih — seolah hidup di balik tembok kemajuan yang tak ramah bagi mereka yang kecil. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini