Tapanuli Tengah, LINI NEWS – Polda Sumatera Utara kembali menunjukkan respons cepat dan taktis dalam penanganan bencana dengan menyalurkan ratusan kilogram bantuan logistik melalui metode airdrop, Senin (8/12/2025). Pengiriman dilakukan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang hingga kini masih terputus akibat longsor dan kerusakan akses darat.
Aksi Cepat di Pagi Hari
Sejak pagi, tim gabungan yang terdiri dari Kasubdit Dalmas Polda Sumut, personel PID Polda Sumut Bripka Dian Octo Tobing, serta satu personel Brimobda Polda Sumut Brigadir Nuryanto melaksanakan peliputan, pengamanan, dan koordinasi pergeseran logistik.
Bantuan udara tersebut diarahkan ke dua lokasi:
Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah
Bandara Ferdinand Lumban Tobing sebagai titik penyangga distribusi.
289 Kilogram Bantuan untuk Warga Terisolir
Total 289 kilogram bantuan dikirim melalui udara. Isinya meliputi biskuit, mie instan, dan makanan siap konsumsi MTP yang turut diprioritaskan bagi tim pendukung operasi kemanusiaan di lapangan.
Pantauan udara dalam operasi tersebut juga mengungkapkan kerusakan parah pada sejumlah infrastruktur di wilayah Ps Sipirok, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga jalur darat belum memungkinkan untuk digunakan.

Komitmen Polda Sumut: Cepat, Taktis, dan Tepat Sasaran
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan bahwa seluruh jajaran Polda Sumut bergerak maksimal untuk memastikan setiap bantuan tiba di tangan masyarakat.
“Polda Sumut berkomitmen menjangkau wilayah yang terisolir. Jalur udara adalah cara paling efektif saat ini agar masyarakat tidak kekurangan kebutuhan dasar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa operasi kemanusiaan akan terus diperkuat dengan tambahan personel, sarana udara, serta logistik sesuai kebutuhan.
Instruksi Kapolda Sumut sangat jelas: tidak boleh ada warga terdampak yang terabaikan.

Koordinasi Ketat dan Dokumentasi Cermat
Seluruh proses penyaluran melalui udara berjalan aman dan terkoordinasi. Tim memastikan dokumentasi, pengawasan, hingga pendataan penerima dilakukan dengan teliti agar bantuan tepat sasaran.
Upaya ini menegaskan kehadiran nyata Polri melalui Polda Sumut dalam pemulihan cepat masyarakat terdampak bencana dan menjaga stabilitas situasi kemanusiaan.
“Di tengah medan yang terkoyak bencana, kehadiran bantuan adalah jembatan harapan.”
“Ketika akses darat terputus, kemanusiaan tetap menemukan jalannya dari langit.”
(Nurlince Hutabarat)





