RAGUSTA TEMPE Produksi Warga Binaan Rutan Kelas I Medan Berhasil Masuk Program Dapur MBG

0
179

Medan, LINI NEWS – Program pembinaan kemandirian yang dijalankan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Produk tempe hasil olahan warga binaan yang diberi merek RAGUSTA TEMPE kini resmi dipercaya sebagai salah satu pemasok bahan pangan untuk Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang berlokasi di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, Medan, Rabu (17/12/2025).

Keberhasilan ini menjadi bukti konkret bahwa pembinaan di balik tembok rutan tidak berhenti pada pembentukan karakter semata, tetapi juga melahirkan karya nyata yang mampu menembus kebutuhan publik dan mendukung program strategis pemerintah.

Produksi Terstruktur dan Berkualitas

RAGUSTA TEMPE diproduksi melalui proses yang terencana, terukur, dan berkelanjutan. Warga binaan dilibatkan secara aktif mulai dari pengolahan bahan baku, fermentasi, pengemasan, hingga distribusi produk. Dalam satu pekan, RAGUSTA TEMPE secara rutin menyuplai 220 batang tempe dengan total berat mencapai ±106 kilogram untuk kebutuhan dapur MBG.

Kualitas produk yang konsisten, higienis, dan sesuai standar gizi menjadi faktor utama diterimanya RAGUSTA TEMPE sebagai mitra pemasok. Hal ini menunjukkan bahwa keterbatasan ruang tidak membatasi kualitas dan daya saing.

Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian

Program produksi tempe ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian Rutan Kelas I Medan yang berfokus pada ketahanan pangan, kewirausahaan, dan kesiapan reintegrasi sosial. Selain keterampilan teknis, warga binaan juga dibekali pemahaman manajemen usaha, tanggung jawab kerja, disiplin waktu, serta standar mutu produk.

Program ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha mandiri pasca menjalani masa pidana.

Pernyataan Kepala Rutan

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, tempe produksi warga binaan Rutan Kelas I Medan berhasil dipercaya untuk menyuplai kebutuhan dapur MBG. Ini membuktikan bahwa karya warga binaan memiliki kualitas, daya saing, dan dapat diterima oleh masyarakat. Sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan dan kepercayaan diri agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,”

“Di balik tembok pembinaan, lahir karya yang memberi harapan.”

“Kemandirian adalah jembatan menuju masa depan yang bermartabat.”

“Kesempatan kedua menjadi bermakna ketika diberi ruang untuk berkarya.”

“Tangan yang dibina mampu menghasilkan nilai bagi sesama.”

“Pembinaan yang tepat melahirkan manusia yang siap kembali berdiri.”

“Keterampilan adalah bekal paling jujur untuk menata hidup baru.”

“Dari rutan, untuk negeri: karya sederhana dengan dampak luar biasa.”, ujar Andi Surya.

Mendukung Program Pemerintah

Melalui kerja sama ini, Rutan Kelas I Medan tidak hanya mendorong kemandirian warga binaan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mendukung program pemerintah dalam penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat, khususnya melalui dapur MBG.

Ke depan, Rutan Kelas I Medan berharap program serupa dapat terus dikembangkan, diperluas, dan menjadi contoh pembinaan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini