Polri Hadir Saat Darurat, Brimob Polda Sumut Evakuasi 45 Warga Terisolir Banjir di Tapteng

0
166

Tapanuli Tengah, LINI NEWS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah sejak Jumat, 2 Januari 2026, mengakibatkan debit air sungai meningkat drastis dan meluap hingga memutus akses jalan utama dari Kelurahan Sait Kalangan II, Desa Huraba, menuju Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka.

Akibat luapan air tersebut, puluhan warga di Lorong IV Kelurahan Hutanabolon terisolir dan tidak dapat mengakses jalur keluar masuk wilayah. Kondisi ini memaksa warga meminta bantuan aparat untuk melakukan evakuasi demi keselamatan jiwa.

Sekitar Pukul 12.30 WIB, seorang warga setempat bernama Mendrofa melaporkan situasi darurat tersebut ke Posko Satuan Brimob Polda Sumatera Utara yang berada di Kelurahan Hutanabolon.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 13.00 WIB, sebanyak 19 personel Satuan Brimob Polda Sumut di bawah pimpinan Dpp Brigpol Boy Naibaho segera diterjunkan ke lokasi banjir.

Dengan mengedepankan prinsip keselamatan dan kemanusiaan, personel Brimob melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak genangan air. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap, menyusuri medan yang cukup sulit akibat arus air, jalan yang terputus, serta keterbatasan akses transportasi.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, sebanyak 45 orang warga berhasil dievakuasi dari Lorong IV Kelurahan Hutanabolon menuju posko pengungsian di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, serta sebagian lainnya diarahkan ke Desa Hutaraja.

“Seluruh warga yang dievakuasi berada dalam kondisi selamat dan sehat. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun dihadapkan pada tantangan medan dan cuaca,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Kegiatan evakuasi berlangsung hingga sekitar pukul 17.30 WIB, dan menjadi bukti nyata respons cepat Brimob Polda Sumut dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan:

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat saat terjadi bencana merupakan wujud komitmen institusi dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.

“Polri hadir untuk memastikan keselamatan masyarakat. Begitu menerima laporan adanya warga yang terisolir akibat banjir, personel langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Alhamdulillah seluruh warga berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Minggu (4/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, serta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila membutuhkan bantuan, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Aksi evakuasi ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Polri, khususnya Satuan Brimob Polda Sumut, dalam merespons bencana alam dan memastikan keselamatan warga. Di tengah situasi darurat, Polri tidak hanya hadir sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai penopang harapan dan kemanusiaan bagi masyarakat.

DI TENGAH BANJIR

“Di saat air meluap, kemanusiaan harus tetap naik ke permukaan.”

“Tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga nyawa.”

“Ketika warga terisolir, negara tidak boleh absen.”

“Brimob hadir bukan untuk ditakuti, melainkan untuk menolong.”
“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.”

“Di tengah bencana, solidaritas menjadi senjata paling ampuh.”

“Polri hadir saat darurat, karena kemanusiaan tidak mengenal waktu.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini