Polda Sumut Gelar Latihan Gabungan, Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Rony Samtana: Unras Harus Dilayani dengan Profesional, Terukur, dan Bermartabat

0
61

Medan, LINI NEWS – Polda Sumatera Utara menggelar Latihan Gabungan Penanganan Massa Aksi Unjuk Rasa (Unras) pada 15–16 September 2025 di Lapangan Parkir Mapolda Sumut. Latihan ini melibatkan berbagai satuan kepolisian, mulai dari Dalmas, Brimob, hingga Intelijen, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel menghadapi dinamika aksi massa di wilayah Sumatera Utara.

Kegiatan berlangsung dengan beragam skenario, mulai dari simulasi unjuk rasa damai hingga kondisi anarkis. Tujuannya jelas: melatih keterampilan teknis, fisik, dan mental personel sekaligus memperkuat koordinasi antar-satuan di lapangan.

Semua pola latihan mengacu pada prosedur penggunaan kekuatan Polri, sehingga setiap tindakan pengendalian dilakukan secara proporsional, tegas, namun tetap menghormati hak-hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.

Pesan Wakapolda: Profesionalisme adalah Kunci

Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., yang hadir langsung memimpin kegiatan, menegaskan bahwa latihan gabungan ini adalah bagian penting dari upaya penguatan profesionalisme Polri.

Menurutnya, kehadiran polisi dalam setiap aksi unjuk rasa bukan untuk menghalangi aspirasi rakyat, melainkan memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib, aman, dan sesuai aturan hukum.

“Pengendalian dan pelayanan aksi unjuk rasa bukan sekadar menghadapi massa, tetapi juga memfasilitasi suara rakyat agar bisa sampai ke tujuan,” tegas Wakapolda.

Ia menambahkan, setiap personel harus mengedepankan profesionalisme, menjaga sikap, dan bertindak terukur. “Kita bukan hanya aparat penegak hukum, tetapi juga pelayan demokrasi,” ungkapnya.

Arahan Kapolda

Dalam arahannya, Brigjen Rony Samtana meninggalkan tiga mutiara kata yang menjadi penegasan nilai-nilai Polri dalam menghadapi dinamika aksi unras:

“Profesionalisme adalah benteng, bukan hanya dalam menjaga ketertiban, tetapi juga dalam menjaga martabat Polri di mata rakyat.”

“Setiap tindakan harus terukur; kekuatan tidak boleh menjadi alat penindasan, melainkan instrumen keadilan.”

“Polri ada bukan untuk membungkam suara rakyat, tetapi untuk memastikan suara itu sampai dengan damai dan bermartabat.”

Sinergi Pengamanan

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danpas Brimob I, Brigjen Pol. Anang Sumpena, S.H., bersama para Pejabat Utama Polda Sumut. Mereka memberikan atensi penuh dan memastikan latihan berjalan sesuai standar operasional.

Dengan latihan gabungan ini, Polda Sumut berharap seluruh personel semakin siap, solid, dan profesional dalam mengawal jalannya unjuk rasa. Tujuan akhirnya jelas: menjaga keamanan, melindungi hak demokrasi masyarakat, dan memastikan Sumatera Utara tetap menjadi rumah yang damai bagi semua.(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini