Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto: Sebanyak 8 Brigjen TNI Naik Pangkat Jadi Mayor Jendral: Bintang di Pundak, Tanggung Jawab di Hati Jaga NKRI

0
64

Jakarta, LINI NEWS – Sebanyak delapan Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi naik pangkat dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Mayor Jenderal (Mayjen).
Kenaikan pangkat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi peneguhan atas dedikasi, loyalitas, dan integritas para prajurit terbaik bangsa dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Promosi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Nomor Kep/1334/IX/2025, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, yang ditetapkan pada 30 September 2025.
Sebanyak 286 perwira TNI ikut dalam daftar rotasi, mutasi, dan promosi jabatan kali ini, termasuk delapan perwira yang kini menyandang pangkat dua bintang di pundak mereka.

“Setiap kenaikan pangkat bukanlah hadiah, melainkan hasil tempaan panjang, disiplin yang tak kenal lelah, dan pengabdian tanpa pamrih,”
— Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI.

Daftar 8 Brigjen TNI yang Naik Pangkat Menjadi Mayjen TNI

Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo

Jabatan Lama: Kasdam XIX/Tuanku Tambusai

Jabatan Baru: Pangdivif 3 Kostrad

Menggantikan: Mayjen TNI Bangun Nawako

Brigjen TNI Donni Hutabarat

Jabatan Lama: Dansatinteltek Bais TNI

Jabatan Baru: Tenaga Ahli Utama Deputi Bid. Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional

Menggantikan: Mayjen TNI Sinyo

Brigjen TNI Airlangga

Jabatan Lama: Ses Ditjen Strahan Kemhan

Jabatan Baru: Kepala Satuan Pengawas Unhan

Menggantikan: Mayjen TNI Tjaturputra Gunadi

Brigjen TNI Tri Rana Subekti

Jabatan Lama: Ses Bainstrahan Kemhan

Jabatan Baru: Tenaga Ahli Utama Deputi Bid. Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional

Menggantikan: Mayjen TNI Immer Hotma Partogi Butarbutar

Brigjen TNI Sunoto

Jabatan Lama: Agen Intelijen Ahli Madya BIN

Jabatan Baru: Staf Ahli Bidang SDA dan Lingkungan Hidup BIN

Menggantikan: Mayjen TNI Rachmad Pudji Susetyo

Brigjen TNI Edi Saputra

Jabatan Lama: Danrem 064/MY Serang, Kodam III/Slw

Jabatan Baru: Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas

Menggantikan: Mayjen TNI Muhamad Rusli

Brigjen TNI Hadi Juanda

Jabatan Lama: Wakapuskesad

Jabatan Baru: Kapuskes TNI

Menggantikan: Mayjen TNI Sugiarto

Brigjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia

Jabatan Lama: Danrem 173/PVB Biak Kodam XVII/Cen

Jabatan Baru: Pa Sahli Tk. III KSAD Bid. Ekonomi dan Kesra

Menggantikan: Mayjen TNI Hartono

Pangkat Naik, Pengabdian Tak Boleh Turun

Kenaikan pangkat ini menjadi simbol bahwa di balik setiap bintang, ada ribuan langkah perjuangan, doa, dan kesetiaan yang diuji waktu.
Di pundak para jenderal melekat bukan hanya tanda kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan hati dan moralitas.

“Pangkat boleh naik, tapi sikap rendah hati harus tetap melekat.”
Pesan moral yang kerap diulang dalam tradisi TNI.

TNI kembali menegaskan, bahwa keberhasilan bukanlah milik yang pandai mencari kehormatan, melainkan milik mereka yang setia dalam diam dan bekerja dalam senyap.

Pengabdian Prajurit:

“Bintang di pundak hanyalah simbol, tetapi cahaya sejatinya bersinar dari hati yang tulus mengabdi.”

“Loyalitas tidak tumbuh dari janji, melainkan dari keberanian untuk setia di medan sulit.”

“Kepemimpinan bukan soal kekuasaan, tapi kemampuan menjaga kepercayaan.”

“Disiplin adalah api yang menempa jiwa agar tetap kokoh di tengah badai.”

“Pengabdian sejati adalah saat prajurit tetap tegak meski tak disorot cahaya.”

“Tanggung jawab adalah pangkat tertinggi yang tidak pernah diturunkan.”

“Lebih baik kehilangan pangkat daripada kehilangan kehormatan.”

Refleksi Akhir: Dari Barak Menuju Balai Kehormatan

Di tengah perubahan zaman dan tantangan global, TNI terus membuktikan bahwa nilai-nilai luhur—disiplin, loyalitas, dan kehormatan—masih menjadi napas utama setiap prajurit.
Kenaikan pangkat kedelapan perwira tinggi ini menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia bahwa keberhasilan sejati tak diukur dari jabatan, melainkan dari makna perjuangan.

“Prajurit sejati tidak mencari sorotan, karena cahaya itu sendiri datang dari pengabdian.”
(Tarida Bogor Hutauruk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini