Jakarta, LINI NEWS – Sebanyak delapan Perwira Tinggi (Pati) Tentara Nasional Indonesia (TNI) resmi naik pangkat dari Brigadir Jenderal (Brigjen) menjadi Mayor Jenderal (Mayjen).
Kenaikan pangkat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi peneguhan atas dedikasi, loyalitas, dan integritas para prajurit terbaik bangsa dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Promosi tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto Nomor Kep/1334/IX/2025, tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, yang ditetapkan pada 30 September 2025.
Sebanyak 286 perwira TNI ikut dalam daftar rotasi, mutasi, dan promosi jabatan kali ini, termasuk delapan perwira yang kini menyandang pangkat dua bintang di pundak mereka.
“Setiap kenaikan pangkat bukanlah hadiah, melainkan hasil tempaan panjang, disiplin yang tak kenal lelah, dan pengabdian tanpa pamrih,”
— Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI.
Daftar 8 Brigjen TNI yang Naik Pangkat Menjadi Mayjen TNI
Brigjen TNI Bagus Suryadi Tayo
Jabatan Lama: Kasdam XIX/Tuanku Tambusai
Jabatan Baru: Pangdivif 3 Kostrad
Menggantikan: Mayjen TNI Bangun Nawako
Brigjen TNI Donni Hutabarat
Jabatan Lama: Dansatinteltek Bais TNI
Jabatan Baru: Tenaga Ahli Utama Deputi Bid. Geopolitik Dewan Pertahanan Nasional
Menggantikan: Mayjen TNI Sinyo
Brigjen TNI Airlangga
Jabatan Lama: Ses Ditjen Strahan Kemhan
Jabatan Baru: Kepala Satuan Pengawas Unhan
Menggantikan: Mayjen TNI Tjaturputra Gunadi
Brigjen TNI Tri Rana Subekti
Jabatan Lama: Ses Bainstrahan Kemhan
Jabatan Baru: Tenaga Ahli Utama Deputi Bid. Geostrategi Dewan Pertahanan Nasional
Menggantikan: Mayjen TNI Immer Hotma Partogi Butarbutar
Brigjen TNI Sunoto
Jabatan Lama: Agen Intelijen Ahli Madya BIN
Jabatan Baru: Staf Ahli Bidang SDA dan Lingkungan Hidup BIN
Menggantikan: Mayjen TNI Rachmad Pudji Susetyo
Brigjen TNI Edi Saputra
Jabatan Lama: Danrem 064/MY Serang, Kodam III/Slw
Jabatan Baru: Tenaga Ahli Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas
Menggantikan: Mayjen TNI Muhamad Rusli
Brigjen TNI Hadi Juanda
Jabatan Lama: Wakapuskesad
Jabatan Baru: Kapuskes TNI
Menggantikan: Mayjen TNI Sugiarto
Brigjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia
Jabatan Lama: Danrem 173/PVB Biak Kodam XVII/Cen
Jabatan Baru: Pa Sahli Tk. III KSAD Bid. Ekonomi dan Kesra
Menggantikan: Mayjen TNI Hartono
Pangkat Naik, Pengabdian Tak Boleh Turun
Kenaikan pangkat ini menjadi simbol bahwa di balik setiap bintang, ada ribuan langkah perjuangan, doa, dan kesetiaan yang diuji waktu.
Di pundak para jenderal melekat bukan hanya tanda kehormatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan hati dan moralitas.
“Pangkat boleh naik, tapi sikap rendah hati harus tetap melekat.”
Pesan moral yang kerap diulang dalam tradisi TNI.
TNI kembali menegaskan, bahwa keberhasilan bukanlah milik yang pandai mencari kehormatan, melainkan milik mereka yang setia dalam diam dan bekerja dalam senyap.
Pengabdian Prajurit:
“Bintang di pundak hanyalah simbol, tetapi cahaya sejatinya bersinar dari hati yang tulus mengabdi.”
“Loyalitas tidak tumbuh dari janji, melainkan dari keberanian untuk setia di medan sulit.”
“Kepemimpinan bukan soal kekuasaan, tapi kemampuan menjaga kepercayaan.”
“Disiplin adalah api yang menempa jiwa agar tetap kokoh di tengah badai.”
“Pengabdian sejati adalah saat prajurit tetap tegak meski tak disorot cahaya.”
“Tanggung jawab adalah pangkat tertinggi yang tidak pernah diturunkan.”
“Lebih baik kehilangan pangkat daripada kehilangan kehormatan.”
Refleksi Akhir: Dari Barak Menuju Balai Kehormatan
Di tengah perubahan zaman dan tantangan global, TNI terus membuktikan bahwa nilai-nilai luhur—disiplin, loyalitas, dan kehormatan—masih menjadi napas utama setiap prajurit.
Kenaikan pangkat kedelapan perwira tinggi ini menjadi pengingat bagi generasi muda Indonesia bahwa keberhasilan sejati tak diukur dari jabatan, melainkan dari makna perjuangan.
“Prajurit sejati tidak mencari sorotan, karena cahaya itu sendiri datang dari pengabdian.”
(Tarida Bogor Hutauruk)




