Mayjen (Purn) Felix Hutabarat, S.IP., M.Si., MBA (Han) – Tokoh Militer dan Pemikir Strategis Pertahanan Bangsa: Kemerdekaan Harus Menghadirkan Keadilan

0
3

Medan, LINI NEWS – Kemerdekaan yang diwariskan para pahlawan bukanlah kemerdekaan untuk sebagian kelompok. Kemerdekaan adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

“Karena itu, pembangunan harus dirasakan masyarakat kecil, pekerja, petani, nelayan, pelaku UMKM, anak-anak, perempuan, lansia dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan” demikian dituturkannya, di Medan, 17 Agustus 2026

Mayjen (Purn) Felix Hutabarat, S.IP., M.Si., MBA (Han) – Tokoh Militer dan Pemikir Strategis Pertahanan Bangsa menyampaikan bahwa,

Negara harus hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan, terutama ketika terjadi bencana, kehilangan pekerjaan, mengalami ketidakadilan atau menghadapi persoalan hukum.

“Kemerdekaan yang sejati adalah ketika keadilan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi pengalaman rakyat.”

Kesadaran Kolektif Menentukan Masa Depan Bangsa

Felix Hutabarat yang juga Ketua Umum Keturunan atau Pomparan Si Raja Nabarat mengajak seluruh elemen bangsa melakukan introspeksi. Pemerintah, TNI, Polri, lembaga negara, dunia usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama, media dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama menjaga Indonesia.

Tidak boleh ada pihak yang merasa pembangunan bangsa merupakan tugas pemerintah semata.

Kemerdekaan harus dirawat melalui kerja keras, kejujuran, disiplin, kepedulian dan keberanian melawan berbagai bentuk penyimpangan.

“Bangsa yang besar bukan hanya mengenang jasa pahlawan, tetapi meneruskan perjuangan mereka melalui pengabdian.”

Menuju Kemerdekaan yang Abadi

Pada akhirnya, refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus mengembalikan bangsa kepada tujuan bernegara sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945:

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia serta memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kemerdekaan harus menjadi jalan menuju kehidupan yang aman, adil, sejahtera dan bermartabat.

Seluruh aparat dan pejabat negara diharapkan benar-benar memikirkan nasib rakyat. Jangan sampai kekuasaan menjauhkan pemimpin dari suara masyarakat.

Indonesia membutuhkan kesadaran bersama bahwa setiap keputusan yang dibuat pejabat akan berdampak langsung terhadap kehidupan rakyat.

“Kemerdekaan yang abadi hanya dapat dibangun ketika negara dan rakyat berjalan bersama dalam kejujuran, keadilan dan kasih terhadap sesama.”

“Refleksi HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada akhirnya bukan sekadar tentang merah putih yang berkibar, tetapi tentang merah darah perjuangan para pahlawan dan putih kesucian cita-cita bangsa.” tegas Felix Hutabarat

Tugas generasi sekarang adalah memastikan pengorbanan para pendahulu tidak sia-sia.

Kemerdekaan harus terus diisi dengan kerja nyata, keberanian memperbaiki kesalahan, pemberantasan korupsi, pelayanan publik yang bersih, aparat yang berintegritas, penanganan bencana yang cepat serta pembangunan yang benar-benar berpihak kepada rakyat.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

“Indonesia merdeka, Indonesia berdaulat, Indonesia berkeadilan—untuk rakyat hari ini dan generasi yang akan datang.” ungkapnya.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini