Kombes Pol. Christian Lumban Tobing, Putra Batak di Rantau yang Menjaga Api Dalihan Natolu dan Menyabet PWI Jatim Awards 2025

0
20

Surabaya, LINI NEWS – Sosoknya bersahaja, tutur katanya lembut namun tegas, dan di balik seragam kepolisian yang dikenakannya, tersimpan nilai-nilai luhur Batak yang tidak pernah luntur. Dialah Kombes Pol. Christian Lumban Tobing, Kapolresta Sidoarjo, putra bangsa yang mengharumkan nama Polri dan Tanah Batak melalui dedikasi, inovasi, serta integritas dalam pelayanan publik.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 ini baru saja menerima PWI Jawa Timur Awards 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (28/4/2025). Penghargaan prestisius itu diberikan bertepatan dengan Puncak Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-79 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur.

Terobosan Pelayanan Publik Berbasis Empati dan Inovasi

Menurut Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim, Polresta Sidoarjo di bawah komando Kombes Christian Tobing telah melakukan terobosan signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kombes Tobing memimpin dengan visi humanis dan berorientasi pada solusi. Ia tidak sekadar menegakkan hukum, tetapi juga menghadirkan keadilan yang berjiwa kemanusiaan,” ujar Lutfil.

Sejumlah program inovatif di bawah kepemimpinannya menuai apresiasi nasional, antara lain:

SKCK Online dan SKCK Keliling, yang berhasil meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik 2024 dari Kementerian PANRB.

Pelayanan SIM Terpadu yang efisien di Mapolresta Sidoarjo.

Mall Layanan Terpadu dan MPP Mini Polri, yang memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kepolisian dan administrasi publik.

Ruang Pelayanan Khusus Perempuan dan Anak yang terintegrasi dengan lembaga sosial dan hukum terkait — sebagai wujud kepedulian terhadap kelompok rentan.

Dengan pendekatan tersebut, Kombes Tobing menegaskan bahwa Polri bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga pelayan masyarakat.

Putra Batak yang Menjaga Nilai Dalihan Natolu di Tanah Perantauan

Lahir di Medan, 24 Desember 1977, Kombes Pol. Christian Tobing dikenal luas sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai Dalihan Natolu — somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru — falsafah hidup orang Batak yang menuntun sikap hormat, hati-hati, dan kasih dalam setiap tindakan.

“Saya mungkin merantau jauh, tapi hati saya tetap membawa Dalihan Natolu. Nilai itu yang menuntun saya memimpin dengan hormat kepada atasan, bijak kepada rekan, dan penuh kasih kepada masyarakat,” ungkapnya dengan senyum khas yang teduh namun berwibawa.

Bagi Kombes Tobing, kepemimpinan bukanlah tentang jabatan, tetapi tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kemanusiaan. Prinsip itulah yang menjadikannya sosok pemimpin berkarakter, disegani anak buah, dan dicintai masyarakat.

Jejak Karier Penuh Dedikasi

Sejak lulus dari Akpol Tahun 2000, Christian Tobing menapaki karier panjang dengan berbagai penugasan penting di sejumlah daerah. Berikut rekam jejak pengabdiannya:

Pama Polda Kalimantan Selatan (2001)

Kanit Reskrim Polsekta Banjar Timur (2003)

Wakapolsekta Banjar Timur Polda Kalsel (2004)

Kasat Reskrim Polres Tapin (2005)

Kanit Resum Poltabes Banjarmasin (2005)

Kapolsek Asemrowo (2007)

Kasat Lantas Polres Malang (2008)

Wakadentar Akpol (2009)

Kapolsek Wonokromo (2011)

Kasubbagdiapers Bagdalpers Ro SDM Polda Jatim (2012)

Kasubbagmutjab Bagbinkar Ro SDM Polda Jatim (2014)

Kabagpsi Ro SDM Polda NTT (2015)

Kabagbinkar Ro SDM Polda NTT (2016)

Assesor Madya Bagpenkompeten Robinkar SSDM Polri (2016)

Kapolres Belu (2018)

Kapolres Wonogiri (2019)

Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim (2022)

Kapolresta Sidoarjo (2023–sekarang)

Dalam setiap jabatan yang diembannya, Kombes Tobing selalu menempatkan pelayanan publik dan inovasi sebagai denyut utama pengabdian.

Pemimpin yang Menginspirasi dan Rendah Hati

Didampingi sang istri tercinta, Ny. Dr. Dani Lumban Tobing, Kombes Christian Tobing dikenal sebagai sosok yang ramah, berjiwa sosial, dan dekat dengan media. Ia percaya bahwa transparansi dan komunikasi adalah kunci kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Sebagai pelayan masyarakat, kita harus membuka hati, membuka telinga, dan membuka pintu,” ungkapnya dalam banyak kesempatan.

Di tangan dingin Kombes Tobing, Polresta Sidoarjo bukan hanya menjadi lembaga penegak hukum, tetapi juga rumah besar pelayanan publik yang hangat dan humanis.

Kombes Christian Lumban Tobing:

Jabatan datang dan pergi, tapi nama baik adalah warisan yang abadi.

Pemimpin sejati tidak diukur dari berapa banyak ia memerintah, tapi seberapa banyak ia mendengar.

Dalihan Natolu bukan hanya adat, tapi kompas moral dalam setiap langkah hidup.

Keadilan harus berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan.

Pelayanan publik adalah ibadah, bukan sekadar kewajiban.

Rantau bukan tempat melupakan asal, tapi ladang untuk menanam nama baik keluarga dan tanah kelahiran.

Integritas adalah cahaya yang membuat langkah tidak goyah meski jalan gelap.

Setiap penghargaan bukan akhir, melainkan pengingat untuk terus berbuat baik.

Hormat, bijak, dan kasih — tiga tiang Dalihan Natolu yang membuat hidup seimbang.

Di balik seragam, kita semua tetap manusia yang ingin memberi arti bagi sesama.
(Salomo Simorangkir)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini