Ketua PWPM M Edison Ginting SE dan Pengurus Resmi Dilantik, Wali Kota Medan Rico Waas : Tanpa Pemberitaan, Pembangunan Medan Tidak Akan Diketahui Masyarakat

0
18

Medan, LINI NEWS – Pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM) periode 2026–2028 berlangsung penuh semangat antusias dan optimisme di Gedung TP PKK Kota Medan, Kamis (7/5/2026).

Momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga penegasan pentingnya peran pers sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa pembangunan Kota Medan tidak akan memiliki makna besar apabila tidak tersampaikan kepada publik melalui pemberitaan yang baik, objektif, dan mudah dipahami masyarakat.

Di hadapan Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, serta jajaran perangkat daerah, Kakumdam I/BB Kolonel Chk Berkesan Tarigan, S.H., M.H, Kadis Kominfo Medan Arrahman Pane.

Rico Waas menyampaikan bahwa media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan capaian pembangunan sekaligus menjadi ruang kritik yang konstruktif bagi pemerintah.

“Pembangunan berjalan, jembatan atau gedung terbangun, tapi tanpa pemberitaan semua itu akan tak ternilai karena masyarakat tidak tahu.

Ada Puskesmas rusak kita bangun jadi cantik, kalau tidak ada yang memberitakan, siapa yang tahu?
Di sinilah peran vital rekan-rekan sebagai jembatan komunikasi dua arah,” ujar Rico Waas.

Pers Harus Kreatif dan Tetap Kritis
Rico Waas juga menyoroti rendahnya tingkat literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.

Menurutnya, wartawan tidak cukup hanya menyajikan berita dengan pola normatif 5W+1H, melainkan harus mampu menghadirkan gaya penulisan yang lebih dinamis, menarik, dan menggugah minat baca masyarakat.

Ia meminta agar wartawan PWPM mampu menerjemahkan program-program pembangunan pemerintah menjadi berita yang variatif, edukatif, dan tetap kritis.

“Masyarakat kita butuh didorong, butuh digelitik sedikit agar mau membaca. Pemberitaan normatif ada, menggelitik ada, dan kritik pun harus ada,” tegasnya.

Rico Waas juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam menyampaikan informasi di era media sosial tidak boleh mengorbankan akurasi dan kualitas data. Menurutnya, wartawan masa kini dituntut bekerja cepat namun tetap mengedepankan verifikasi informasi.

Karena itu, ia mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi anggota PWPM, terutama dalam peliputan peristiwa darurat, kebakaran, hingga proyek pembangunan strategis agar informasi yang disampaikan tetap lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

PWPM Diminta Kawal Proyek Strategis Kota Medan

Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas secara khusus menitipkan pengawalan informasi terhadap proyek besar yang sedang berlangsung di Kota Medan, salah satunya pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang.

Proyek nasional yang kini berkembang dari lima ruas menjadi dua belas ruas tersebut dinilai akan membawa perubahan besar terhadap wajah Kota Medan.

Oleh sebab itu, pemerintah membutuhkan dukungan media untuk memberikan edukasi publik secara masif dan berimbang.

Menurut Rico Waas, tugas Ketua PWPM, Muhammad Edison Ginting, tidaklah ringan. Namun ia optimistis kepengurusan baru mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal transformasi pembangunan Kota Medan.

“Dengan semangat kekeluargaan, kekompakan, dan komunikasi terbuka, PWPM akan menjadi mitra strategis yang solid dalam mengawal transformasi besar Kota Medan ke depan,” tuturnya.

Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting: Wartawan Harus Memimpin dengan Kualitas

Sementara itu, Ketua PWPM terpilih, Muhammad Edison Ginting, menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah profesi wartawan di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Dalam sambutannya, Edison Ginting mengatakan bahwa wartawan saat ini menghadapi tantangan besar akibat derasnya arus informasi dan persaingan media digital yang menuntut kecepatan sekaligus ketepatan.

“Profesi wartawan bukan sekadar pekerjaan, tetapi amanah publik yang harus dijaga dengan integritas, fakta, dan tanggung jawab,” ujar Edison Ginting.

Ia menambahkan, PWPM di bawah kepemimpinannya akan fokus meningkatkan kapasitas anggota melalui berbagai program pelatihan jurnalistik berbasis data, literasi cek fakta, penguatan etika jurnalistik, hingga peningkatan kompetensi peliputan digital.

Menurut Edison, wartawan harus mampu menjadi pelopor informasi berkualitas, bukan sekadar mengikuti tren media sosial yang cepat namun minim verifikasi.

“Kita tidak boleh kalah oleh teknologi, tetapi kita juga tidak boleh hanya mengikuti tren. Kita harus memimpin dengan kualitas,” tegasnya.

Edison Ginting juga menilai hubungan antara pemerintah dan pers harus dibangun secara sehat dan profesional. Wartawan, kata dia, harus tetap menjadi mitra kritis yang mampu menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mengawal transparansi pembangunan daerah.

Ia berharap PWPM dapat menjadi organisasi wartawan yang solid, profesional, dan dipercaya publik dalam menyampaikan informasi pembangunan Kota Medan secara objektif dan berimbang.

Diketahui, Muhammad Edison Ginting terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWPM periode 2026–2029 dan didukung oleh 58 orang dalam susunan kepengurusan baru organisasi tersebut.

Refleksi Pers dan Pembangunan

“Pers yang kuat adalah cahaya bagi pembangunan yang transparan.”

“Berita bukan sekadar informasi, tetapi jembatan antara pemerintah dan rakyat.”

“Kecepatan tanpa akurasi hanya akan melahirkan kebisingan informasi.”

“Wartawan berkualitas tidak hanya mengikuti arus, tetapi memimpin perubahan.”

“Kritik yang jujur adalah bentuk cinta terhadap pembangunan daerah.”

“Di era digital, integritas menjadi mata uang paling berharga bagi jurnalisme.”

“Pembangunan akan lebih bermakna ketika masyarakat mengetahui dan merasakannya.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini