Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Pancasila sebatas hafalan dan jargon. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dihayati dan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Wong Chun Sen saat menghadiri kegiatan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Willem Iskandar No. 08, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung, Minggu (9/8/2026).
Mengangkat tema “Gotong Royong: Pancasila dalam Tindakan”, Wong menilai semangat gotong royong merupakan salah satu cara paling sederhana sekaligus nyata untuk menerapkan nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Wong Chun Sen: Pancasila Jangan Berhenti Jadi Jargon
Wong menegaskan, masyarakat harus memahami makna Pancasila dan menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap serta berinteraksi dengan sesama.
“Jangan hanya menggaungkan Pancasila, tetapi kita juga harus memahami dan memaknainya. Pancasila bukan hanya untuk dihafal, melainkan harus dilaksanakan.”
Menurut Wong, semangat Pancasila dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Gotong royong, katanya, bukan sekadar kegiatan bersama, tetapi bentuk kepedulian sosial yang memperkuat persatuan masyarakat.
“Gotong royong berarti kita bekerja bersama-sama, saling menolong secara sukarela. Kita tidak bisa hidup sendiri.”
Ia mencontohkan penerapan gotong royong dapat dimulai dari lingkungan sekitar, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membersihkan parit untuk mencegah banjir, memperbaiki fasilitas umum hingga membantu tetangga atau warga yang sedang mengalami kesulitan.
Jangan Jadikan Perbedaan Sebagai Pemicu Perpecahan
Di hadapan warga, Wong Chun Sen juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama dan budaya.
Ia meminta masyarakat tidak merasa paling benar atau paling hebat dibandingkan orang lain.
Sebaliknya, setiap perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati dan belajar hidup berdampingan.
“Jangan ada dalam diri kita merasa paling hebat dan menganggap yang lain tidak benar. Kita harus belajar hidup bersama.”
Wong menilai sikap saling menghargai menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Wong Chun Sen Soroti Penggunaan Gawai Anak
Tidak hanya berbicara mengenai Pancasila dan wawasan kebangsaan, politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi penggunaan gawai oleh anak.
Menurutnya, orang tua perlu peka terhadap perubahan perilaku anak. Jika anak mulai menjadi pendiam, tertutup, lebih sering menyendiri atau menghabiskan banyak waktu bermain telepon seluler di kamar, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian.
Wong menekankan pentingnya membangun komunikasi antara orang tua dan anak sejak dini, sehingga persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan diselesaikan bersama keluarga.
“Kalau anak-anak memiliki masalah, orangtua bisa mengetahuinya melalui komunikasi di meja makan. Jangan sampai anak merasa sendirian dan mencari jawaban dari sumber yang tidak tepat.”
Kegiatan Dihadiri Unsur Kecamatan dan Kesbangpol
Kegiatan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Medan Tembung, Affandi Harahap, yang mewakili Camat, perwakilan Lurah Awaludin, serta perwakilan Kesbangpol Medan, Donald Simanjuntak.
Melalui kegiatan tersebut, Wong Chun Sen berharap pemahaman terhadap Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, nilai Pancasila harus terlihat dalam perilaku sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal hingga kehidupan bermasyarakat.
Pada akhirnya, Pancasila akan menjadi kuat bukan karena sering diucapkan, tetapi karena benar-benar dijalankan.
Alternatif judul yang lebih “menggigit”:
Wong Chun Sen Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Hafalan: “Harus Dilaksanakan!”
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen: Gotong Royong Adalah Wujud Nyata Pancasila
Wong Chun Sen Ajak Warga Buktikan Pancasila Lewat Gotong Royong
Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Ingatkan Orang Tua Awasi Gawai Anak
Wong Chun Sen: Jangan Merasa Paling Hebat, Kita Harus Belajar Hidup Bersama
(Nurlince Hutabarat)




