Ketua DPRD Medan Drs Wong Chun Sen Tarigan MPd B Dukung Politeknik Kesehatan Regina Maris Perkuat SDM Tenaga Kesehatan

0
20

Medan, LINI NEWS – Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, menyambut positif kehadiran Politeknik Kesehatan Regina Maris di Kota Medan.

Kehadiran institusi pendidikan tinggi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan, khususnya tenaga profesional dengan kompetensi khusus.

Dukungan tersebut disampaikan Wong Chun Sen saat menerima kunjungan silaturahmi Direktur Politeknik Kesehatan Regina Maris, Prof. Dr. Rostime Hermayerni Simanullang, S.Kep., Ns., M.Kes., bersama jajaran Yayasan Regina Maris di ruang kerja Ketua DPRD Medan, Senin (5/10/2026).

Dalam pertemuan itu turut hadir Pemilik Yayasan Regina Maris, DR. dr. Adrian Khu, Foni Amina, Devi Windari, M.Hum., serta Sekretaris Yayasan Isabella Tawarina Sembiring.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas peran pendidikan tinggi kesehatan dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan profesional di Kota Medan dan daerah lainnya.

Wong Chun Sen:

Pendidikan Harus Melahirkan SDM Kompeten
Wong Chun Sen menegaskan, DPRD Medan menyambut baik kehadiran Politeknik Kesehatan Regina Maris.

Menurutnya, perkembangan dunia kesehatan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan formal, tetapi juga menguasai kompetensi teknis sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan modern.

“Kehadiran Politeknik Kesehatan Regina Maris tentu kita sambut baik. Kebutuhan tenaga kesehatan, khususnya di bidang radiologi dan anestesi, masih sangat diperlukan,” ujar Wong Chun Sen.

Ia berharap keberadaan perguruan tinggi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kota Medan.

Menurutnya, pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena lulusan yang dihasilkan nantinya akan bersentuhan langsung dengan kepentingan dan keselamatan masyarakat.

“Kita berharap para lulusan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.

Empat Program D-IV Jadi Andalan
Sementara itu, Direktur Politeknik Kesehatan Regina Maris, Prof. Dr. Rostime Hermayerni Simanullang, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan perhatian yang diberikan Ketua DPRD Medan.

Ia menjelaskan, kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan keberadaan Politeknik Kesehatan Regina Maris serta meminta dukungan DPRD Medan terhadap pengembangan institusi pendidikan kesehatan tersebut.
Rostime mengatakan, Politeknik Kesehatan Regina Maris telah mempersiapkan diri menerima mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027.

Saat ini terdapat empat program Diploma IV (D-IV), yakni Teknologi Radiologi Pencitraan, Teknologi Laboratorium Medis, Keperawatan Anestesiologi, dan Manajemen Informasi Kesehatan.

“Rekrutmen calon mahasiswa sudah selesai. Ke depan, kami berharap lulusan berprestasi dapat langsung memperoleh kesempatan bekerja di jajaran Rumah Sakit Regina Maris maupun rumah sakit besar lainnya di Indonesia, bahkan membuka peluang kerja di luar negeri,” ujar Rostime.

Dari sisi sarana dan prasarana, lanjutnya, Politeknik Kesehatan Regina Maris telah mempersiapkan berbagai fasilitas penunjang pendidikan.

Kampus tersebut memiliki gedung empat lantai yang terdiri dari Gedung A dan B serta dilengkapi berbagai peralatan kesehatan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

Untuk tahun pertama, pihak kampus menargetkan daya tampung sebanyak 120 mahasiswa.

Tidak hanya itu, Yayasan Regina Maris juga memberikan perhatian terhadap akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui program beasiswa dengan kriteria penerima berdasarkan desil 1 hingga 3.

Membuka Peluang Kerja dan Kerja Sama Internasional

Pemilik Yayasan Regina Maris, DR. dr. Adrian Khu, mengatakan keberadaan Politeknik Kesehatan Regina Maris diharapkan mampu membuka peluang kerja baru sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kesehatan dengan kompetensi khusus.

Ia menjelaskan, empat program studi yang ditawarkan merupakan bidang yang memiliki kebutuhan cukup besar di dunia pelayanan kesehatan.

“Program yang kami buka antara lain Keperawatan Anestesiologi, Teknologi Radiologi Pencitraan, Manajemen Informasi Kesehatan, dan Teknologi Laboratorium Medis pada jenjang D-IV. Lulusan D-IV setara dengan Sarjana Terapan,” jelas Adrian.

Ia berharap lulusan yang dihasilkan nantinya dapat mendukung kebutuhan rumah sakit di Kota Medan, khususnya dalam menyediakan tenaga kesehatan yang memiliki keahlian spesifik.

Ke depan, Politeknik Kesehatan Regina Maris juga berencana membangun kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di luar negeri sebagai bagian dari pengembangan jejaring pendidikan dan profesional.

“Ke depan, Politeknik Kesehatan Regina Maris juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit di luar negeri,” tuturnya.

DPRD Medan Dorong Sinergi Pendidikan dan Kesehatan
Wong Chun Sen menilai sinergi antara lembaga pendidikan, dunia kesehatan, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat merupakan hal penting untuk membangun ekosistem kesehatan yang semakin kuat.
Menurutnya, Kota Medan sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan di Sumatera Utara membutuhkan SDM kesehatan yang berkualitas dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Karena itu, keberadaan Politeknik Kesehatan Regina Maris diharapkan bukan hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan kualitas manusia di Kota Medan.

Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cinderamata antara Ketua DPRD Medan dan pihak Yayasan Politeknik Kesehatan Regina Maris sebagai simbol persahabatan, sinergi, dan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pelayanan kesehatan di Kota Medan.

“Pendidikan yang berkualitas melahirkan SDM yang kompeten, dan SDM yang kompeten menghadirkan pelayanan kesehatan yang bermartabat.”

“Wong Chun Sen: Kehadiran perguruan tinggi kesehatan adalah investasi penting bagi masa depan kesehatan masyarakat Kota Medan.”

“Ijazah adalah bukti pendidikan, tetapi kompetensi adalah bukti pengabdian.”

“Kesehatan masyarakat yang kuat membutuhkan tenaga profesional yang berilmu, terampil, dan berintegritas.”

“Sinergi DPRD, pemerintah, dunia pendidikan, dan rumah sakit menjadi jembatan menuju pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.”

“Dari ruang kelas lahir tenaga kesehatan, dari tenaga kesehatan lahir harapan bagi keselamatan masyarakat.”

“Politeknik Kesehatan Regina Maris hadir bukan sekadar mencetak lulusan, tetapi mempersiapkan generasi profesional untuk mengabdi bagi kemanusiaan.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini