Medan, LINI NEWS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan menggelar doa dan zikir bersama yang melibatkan seluruh petugas serta 500 warga binaan muslim, sebagai bagian dari refleksi akhir Tahun 2025 sekaligus menyambut datangnya Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung dengan penuh kekhusyukan di Masjid At-Taubah Rutan Kelas I Medan, Selasa 30 Desember 2025.
Kegiatan rohani ini dipimpin oleh Ustad Ahsani Abu Salsa, yang mengajak seluruh jamaah untuk sejenak menundukkan hati, merenungkan perjalanan hidup selama satu tahun terakhir, memperbaiki kesalahan, serta memanjatkan doa agar langkah ke depan diliputi keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
Ruang Sunyi untuk Merenung dan Berbenah.
Doa dan zikir bersama ini menjadi ruang spiritual bagi warga binaan dan petugas untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas, menghadirkan ketenangan batin, serta menata kembali niat dan harapan dalam menyongsong tahun yang baru.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, didampingi jajaran pejabat struktural dan petugas pemasyarakatan, sebagai wujud kebersamaan tanpa sekat antara pembina dan yang dibina.
Pesan Humanis Kepala Rutan
Dalam sambutannya, Andi Surya menegaskan bahwa kegiatan doa dan zikir bersama merupakan bagian penting dari pembinaan kepribadian warga binaan, khususnya dalam menumbuhkan dan menguatkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh petugas dan warga binaan dapat melakukan introspeksi diri, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di Tahun 2026,” ujar Andi Surya.
Menurutnya, pembinaan tidak semata soal disiplin dan aturan, tetapi juga tentang menyentuh hati, membimbing jiwa, dan membangun harapan agar setiap warga binaan memiliki bekal moral dan spiritual ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.
Merajut Kebersamaan Menjelang Pergantian Tahun
Selain sebagai sarana pembinaan rohani, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat kebersamaan antara petugas dan warga binaan, sekaligus menciptakan suasana Rutan yang aman, tertib, dan kondusif menjelang pergantian tahun.
Doa dan zikir bersama ini ditutup dengan munajat untuk keselamatan, kedamaian, serta kelancaran seluruh tugas pemasyarakatan di Rutan Kelas I Medan agar senantiasa berjalan dengan penuh keberkahan.
Dalam suasana yang sederhana namun sarat makna, doa-doa yang terlantun menjadi pengingat bahwa setiap manusia berhak memperbaiki diri, menata masa depan, dan melangkah dengan harapan, apa pun latar belakang kehidupannya.
(Nurlince Hutabarat)




