Hari Ibu Ke 97 Tahun Kepala Rutan Medan Andi Surya: Perempuan, Keteladanan, dan Arah Kepemimpinan Kota yang Berkeadilan

0
168

Medan, LINI NEWS – Peringatan Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan, Senin (22/12/2025), bukan sekadar upacara seremonial. Ia menjelma menjadi pernyataan sikap moral dan politik kebangsaan tentang peran perempuan, keteladanan kepemimpinan, serta arah tata kelola publik yang berkeadilan dan berperikemanusiaan.

Mengusung tema “Merdeka Melaksanakan Dharma”, upacara berlangsung khidmat di lapangan Rutan Kelas I Medan dan menegaskan satu pesan kuat: perempuan bukan pelengkap sistem, melainkan penggerak utama peradaban—bahkan di ruang negara yang paling keras sekalipun.

Perempuan Memimpin, Negara Menyimak

Upacara ini memiliki makna simbolik yang tajam. Seluruh rangkaian pelaksanaan upacara—mulai dari inspektur upacara, komandan upacara, pembaca sejarah Hari Ibu, pembacaan UUD 1945, hingga pengibar bendera—dipercayakan sepenuhnya kepada pegawai perempuan.
Di balik barisan rapi dan langkah tegap itu, tersirat pesan politik yang jelas:

Perempuan mampu memimpin dengan disiplin, integritas, dan ketegasan, tanpa kehilangan nurani.
Refleksi Negara di Balik Tembok Pemasyarakatan.

Kepala Rutan Kelas I Medan, Andi Surya, menegaskan bahwa Hari Ibu bukan ritual tahunan tanpa makna, melainkan ruang refleksi tentang perjuangan perempuan dalam menjalankan peran ganda—sebagai ibu, abdi negara, dan agen perubahan.

“Peringatan Hari Ibu harus menjadi energi untuk terus berkarya, berintegritas, dan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai kepemimpinan sejati lahir dari pengabdian, bukan dari jabatan semata.
Garis Lurus dengan Arah Kepemimpinan Kota Medan
Semangat yang ditampilkan di Rutan Kelas I Medan sejalan dengan arah kepemimpinan Kota Medan di bawah Wali Kota Medan, yang menempatkan keadilan sosial, inklusivitas, dan keteladanan aparatur sebagai fondasi tata kelola pemerintahan.

Di tengah tuntutan reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang humanis, peringatan Hari Ibu ini menjadi cermin kecil wajah negara yang diharapkan tumbuh di Kota Medan, tegas namun berempati, disiplin namun bermartabat.
Kesetaraan Gender sebagai Sikap, Bukan Slogan
Rutan Kelas I Medan menegaskan komitmennya terhadap kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Bukan dengan jargon, melainkan dengan kepercayaan dan tanggung jawab nyata.

Semangat Hari Ibu diharapkan menjadi energi baru dalam memperkuat pelayanan pemasyarakatan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan—nilai yang kini menjadi tuntutan publik terhadap seluruh institusi negara, termasuk pemerintah daerah.

“Negara yang adil lahir dari keberanian memberi ruang pada perempuan untuk memimpin.”
“Keteladanan adalah bahasa kekuasaan yang paling dipercaya rakyat.”

“Disiplin tanpa nurani melahirkan ketakutan, kepemimpinan dengan empati melahirkan kepercayaan.”
“Perempuan bukan simbol perubahan, mereka adalah penggeraknya.”

“Ruang negara yang keras sekalipun membutuhkan sentuhan kemanusiaan.”

“Kesetaraan bukan hadiah, melainkan hak yang harus dijamin negara.”

“Merdeka melaksanakan dharma berarti berani bertanggung jawab atas setiap amanah.”
((Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini