Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Tekankan Transformasi Polri Hadapi Tantangan Global

0
4

Medan, LINI NEWS – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya percepatan transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) agar menjadi institusi modern yang mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis.

Pesan tersebut disampaikan dalam amanat peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 yang dibacakan oleh Brigjen Pol. Sonny Irawan saat memimpin upacara di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumatera Utara, Medan, Rabu (1/7/2026).

Dinamika Global Menuntut Polri Lebih Adaptif

Dalam amanatnya, Presiden menyoroti perubahan lingkungan strategis dunia yang berkembang sangat cepat.

Persaingan geopolitik antarnegara, ancaman perang siber, meningkatnya kejahatan lintas negara, hingga ketidakpastian ekonomi global disebut sebagai faktor yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Menurut Presiden, tantangan tersebut tidak dapat dihadapi dengan pola kerja konvensional. Polri dituntut untuk bertransformasi dari pendekatan yang hanya merespons kejadian menjadi institusi yang mampu memprediksi dan mengantisipasi potensi ancaman sejak dini.

“Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global serta menjawab setiap tuntutan publik,” demikian amanat Presiden.

Langkah Strategis Transformasi Polri

Untuk mewujudkan transformasi tersebut, Presiden menekankan lima langkah utama yang harus menjadi arah pembangunan institusi Polri ke depan:

Memperkuat reformasi
kelembagaan agar organisasi semakin efektif dan responsif.

Meningkatkan profesionalisme personel melalui budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pelayanan.

Memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi tantangan keamanan modern.

Meningkatkan fleksibilitas organisasi sehingga dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan strategis.

Memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.

Presiden menilai keberhasilan transformasi Polri sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang adaptif, kompeten, dan memiliki integritas tinggi.

Pemanfaatan Teknologi Jadi Kunci Pelayanan Modern

Selain pembenahan internal, Presiden juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung pelayanan publik.

Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk:

Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat;

Memperkuat transparansi dan akuntabilitas;

Mempercepat respons terhadap pengaduan masyarakat;

Membangun komunikasi publik yang lebih terbuka dan efektif.

Menurut Presiden, perkembangan ancaman keamanan di era digital bergerak jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Karena itu, Polri harus mengembangkan pendekatan berbasis data dan pengambilan keputusan yang lebih akurat.

Polri Masa Depan: Berbasis Data dan Kolaboratif

Presiden menggambarkan Polri masa depan sebagai institusi yang:
berbasis data;

Adaptif terhadap perubahan;
kolaboratif dengan seluruh pemangku kepentingan;
serta tetap menempatkan pelayanan masyarakat sebagai prioritas utama.

Model kepolisian seperti ini dinilai akan memperkuat daya tahan nasional dalam menghadapi ancaman multidimensional, termasuk kejahatan siber dan kejahatan transnasional.

Upacara Berlangsung Khidmat
Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di lingkungan Polda Sumatera Utara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Gubernur Sumatera Utara mewakili Gubernur Sumut, unsur Forkopimda, Ketua DPRD Sumut, pejabat utama Polda Sumut, pimpinan instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya.

Menutup amanatnya, Presiden menegaskan bahwa tantangan Polri di masa depan akan semakin berat.

Namun melalui pembenahan berkelanjutan, penguatan integritas, serta peningkatan kepercayaan masyarakat, Polri diyakini mampu menjadi institusi yang semakin profesional dan menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan berdaya saing global.

Hari Bhayangkara Ke-80

“Polri yang kuat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjaga kepercayaan rakyat.”

“Transformasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan untuk menghadapi perubahan dunia.”

“Pelayanan yang baik lahir dari integritas, profesionalisme, dan kepedulian.”

“Teknologi mempercepat pelayanan, tetapi kepercayaan tetap dibangun oleh manusia.”

“Institusi yang adaptif adalah institusi yang siap menghadapi masa depan.”

“Keamanan nasional dimulai dari kemampuan membaca perubahan zaman.”

“Bhayangkara yang modern adalah pelindung masyarakat yang bekerja dengan hati, data, dan integritas.”
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini