Halal Bi Halal Jadi Momentum, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Rajut Kebersamaan TNI dan Pemko Medan

0
46

Medan, LINI NEWS – Hangatnya suasana Idul Fitri 1447 Hijriah terasa begitu hidup di Kota Medan. Bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi ruang perjumpaan hati, tempat rindu disambung, dan kebersamaan kembali dirajut.

Di tengah nuansa itu, Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen Tarigan, memilih hadir bukan hanya sebagai pejabat, tetapi sebagai sahabat dalam silaturahmi.

Ia melangkah ke kediaman Maulana Ridwan di kawasan Helvetia, Minggu (21/3), memenuhi undangan halal bi halal dengan penuh kehangatan.

Sambutan hangat dari tuan rumah, yang juga pernah mengabdi sebagai Dandim 0201 Medan, membuat suasana terasa akrab—tanpa sekat jabatan, tanpa jarak pangkat.

Di sana, hadir pula tokoh-tokoh masyarakat, termasuk Arman Chandra, dalam satu suasana yang cair dan penuh kekeluargaan.

“Setelah perjalanan dinas, saya merasa penting untuk hadir. Bukan hanya memenuhi undangan, tapi menjaga rasa kebersamaan yang sudah terbangun,” ucap Wong dengan nada sederhana, namun penuh makna.

Dalam pertemuan itu, tidak ada pidato panjang. Yang ada hanyalah senyum, jabat tangan, dan doa-doa baik yang mengalir.

Wong pun menyampaikan harapan tulus atas perjalanan karier Maulana Ridwan, seraya mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi keluarga.

Perjalanan silaturahmi itu berlanjut.

Dari Helvetia, Wong menuju kediaman Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.

Di sana, suasana tak jauh berbeda—hangat, terbuka, dan penuh rasa kekeluargaan.
Tak ada formalitas kaku.

Yang terasa justru kedekatan—antara legislatif dan eksekutif, antara pemimpin dan sesama manusia yang sama-sama ingin melihat Medan tumbuh lebih baik.

Di momen seperti inilah, makna kepemimpinan menemukan bentuknya yang paling sederhana: hadir, menyapa, dan merawat hubungan.

Idul Fitri pun seakan berbisik—bahwa membangun kota tidak selalu dimulai dari ruang rapat, tetapi dari hati yang saling terhubung.

Dari Hati untuk Kebersamaan
Kadang, kekuatan terbesar lahir dari sebuah kunjungan sederhana.

Silaturahmi adalah cara manusia merawat harapan tanpa banyak kata.

Di hari yang suci, jabatan melebur, yang tersisa hanya rasa kemanusiaan.

Kota yang kuat dibangun dari hubungan yang hangat.

Tak semua kerja pemimpin terlihat—sebagian hadir dalam senyapnya kebersamaan.

Lebaran mengingatkan: yang paling penting bukan siapa kita, tapi bagaimana kita saling menjaga.

Medan akan tumbuh besar, jika hati warganya tetap saling terhubung. (Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini