Hadir Membawa Harapan, Kapolda Sumut Rayakan Natal Bersama Korban Bencana di Tapanuli Selatan

0
183

Tapanuli Selatan, LINI NEWS – Di tengah duka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Tapanuli Selatan, kehadiran negara menjelma dalam kebersamaan. Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Mona Whisnu Hermawan, hadir langsung menyapa dan menguatkan masyarakat terdampak bencana dalam perayaan Natal bersama, Sabtu (20/12/2025).

Kehadiran Kapolda Sumut di Gereja HKBP Hutagodang, Kecamatan Batang Toru, menjadi simbol bahwa Polri tidak sekadar menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga hadir secara empatik di saat masyarakat berada dalam masa paling sulit.

“Di saat bencana merenggut kenyamanan, kehadiran menjadi bentuk penghiburan paling nyata.”
Natal Oikumene dalam Suasana Haru
Ibadah Natal Oikumene yang digelar bersama para korban bencana berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Doa, nyanyian pujian, serta tangis pengharapan menyatu dalam satu ruang iman dan kebersamaan. Natal tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan batin bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumut menyampaikan pesan keteguhan dan pengharapan agar masyarakat tidak larut dalam kesedihan, melainkan menatap masa depan dengan iman dan kebersamaan.


“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat negara, tetapi sebagai saudara. Polri datang untuk berbagi rasa dan membawa sukacita Natal. Tetaplah kuat dan dekatkan diri kepada Tuhan, karena Dia tidak pernah meninggalkan kita,” ujar Kapolda dengan penuh empati.

“Kekuatan sejati lahir ketika duka dipikul bersama.”
Bantuan dan Simbol Kebersamaan
Sebagai wujud kepedulian konkret, Kapolda Sumut menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada perwakilan masyarakat korban banjir dan tanah longsor. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa pemulihan.

Momen emosional kian terasa saat prosesi mangulosi dilakukan oleh pimpinan gereja kepada Kapolda Sumut dan Ibu Ketua Bhayangkari. Ulos yang disematkan menjadi simbol doa, kasih, serta ikatan batin antara Polri dan masyarakat.
“Harapan tumbuh ketika kasih dijalankan dengan tulus.”

Peninjauan Lokasi dan Penutup
Usai ibadah, Kapolda Sumut juga meninjau langsung beberapa rumah ibadah yang terdampak bencana, memastikan bahwa pemulihan fasilitas umum dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat terus berjalan.
Kunjungan ini menegaskan peran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga pengayom dan sahabat masyarakat. Di tengah bencana dan keterbatasan, Kapolda Sumut membawa pesan kuat: negara hadir, Polri peduli, dan harapan tidak pernah padam.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini