Gubsu Bobby Nasution Apresiasi Solidaritas Nusantara Menggema dari Batam: Rp4,7 Miliar untuk Sumatera Utara Bangkit dari Bencana

0
190

Batam–Medan, LINI NEWS – Di tengah duka akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatera Utara, semangat persaudaraan antardaerah kembali menemukan bentuk nyatanya.

Pemerintah Kota Batam menunjukkan kepedulian nasional dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp4,7 miliar kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dari Wali Kota Batam Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, dalam seremoni resmi yang berlangsung di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (8/1/2026).

Rincian Bantuan dan Wujud Solidaritas

Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp4.700.000.000, dengan rincian:

Rp2.500.000.000 bersumber dari APBD Kota Batam,

Rp2.200.000.000 merupakan hasil donasi masyarakat Kota Batam.

Ketika bencana memisahkan wilayah, solidaritas menyatukan kemanusiaan.

Apresiasi Gubernur Sumut
Gubernur Bobby Nasution

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian Pemko Batam beserta seluruh masyarakatnya. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut akan dikelola secara transparan, akuntabel, dan disalurkan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Bantuan yang tulus adalah harapan yang menemukan jalannya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat Sumatera Utara dalam masa pemulihan. Kami memastikan seluruhnya dikelola secara bertanggung jawab,” ujar Bobby.

Kondisi Kebencanaan Sumatera Utara

Dalam kesempatan tersebut, Bobby memaparkan kondisi kebencanaan Sumut per 8 Januari 2026. Dari 33 kabupaten/kota, sebanyak 18 daerah terdampak bencana, dengan kondisi terparah terjadi di:

Kabupaten Tapanuli Utara,

Tapanuli Tengah,

Tapanuli Selatan,

Humbang Hasundutan,

dan Kota Sibolga.

Data berbicara, tetapi empati yang menggerakkan,
.
Berdasarkan laporan resmi:
Masyarakat terdampak mencapai 479.045 KK atau 1.803.549 jiwa,
Pengungsi sebanyak 3.371 KK atau 13.378 jiwa,

Korban meninggal dunia 372 jiwa,

Korban luka-luka 126 jiwa,

Total estimasi kerugian mencapai Rp17,23 triliun.

Angka kerugian mencatat luka, tetapi manusia tetap pusat pemulihan.

Fokus Pemulihan dan Hunian Tetap
Saat ini, Pemprov Sumut telah memasuki masa transisi darurat bencana selama tiga bulan, dengan fokus pada:

Penyelamatan masyarakat,
pemenuhan kebutuhan dasar,
pengurangan jumlah pengungsi melalui pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap).

“Kami ingin bantuan dari Pemko Batam dan masyarakat Batam diwujudkan menjadi Huntap, agar menjadi kenangan dan simbol persaudaraan,” ungkap Bobby.

Rumah yang dibangun dari solidaritas akan berdiri lebih kokoh dari sekadar tembok.

Pesan Duka dan Kepedulian dari Batam

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumut dan wilayah lain di Sumatera.

Ia menjelaskan bahwa penggalangan donasi dilakukan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Batam dan malam pergantian tahun, sebagai bentuk kepedulian kolektif.

Hingga 31 Desember 2025, total dana kemanusiaan yang berhasil dihimpun mencapai

Rp14.074.230.409, terdiri dari:

Rp7,5 miliar APBD Kota Batam Tahun 2025,

Rp6.574.230.409 donasi masyarakat.

Mutiara Kata 6:

Di malam pergantian Tahun, Batam memilih berbagi harapan.

Amsakar berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat Sumut serta mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Kehadiran Pejabat
Acara penyerahan bantuan turut dihadiri oleh:

Forkopimda Provinsi Kepulauan Riau,

Forkopimda Kota Batam,

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Sulaiman Harahap,
serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut.

Di atas semua perbedaan, kemanusiaan adalah bahasa bersama bangsa ini.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini