Gerakan Solidaritas Sosial Aktivis 98 Sumut: Aan Rusdianto dan Urai Zulhendri Kibarkan Semangat Kemanusiaan Lewat 1000 Paket Sembako

0
48

Medan, LINI NEWS – Semangat kepedulian sosial kembali menggema dari tanah Sumatera Utara. Dua tokoh aktivis legendaris, Aan Rusdianto dan Urai Zulhendri, turun langsung membuka Gerakan Solidaritas Sosial Aktivis 98 Sumut bertajuk #WargaPeduliWarga, yang diinisiasi oleh 98 Resolution Network.

Gerakan ini menandai kebangkitan jiwa kerakyatan aktivis 98 — bukan lagi lewat orasi dan demonstrasi, melainkan lewat aksi nyata untuk rakyat kecil. Sebanyak 1000 paket sembako dibagikan kepada masyarakat dan para driver ojek online (Ojol) di wilayah Deli Serdang dan Kota Medan, sebagai wujud konkret solidaritas dan persaudaraan sosial.

Aksi Nyata di Medan–Binjai

Kegiatan yang dipusatkan di Lintas Kuphi, Jalan Medan–Binjai TD Pardede, Kecamatan Sunggal, berlangsung penuh semangat dan haru, Sabtu (1/11/2025).
Koordinator 98 Resolution Network Sumatera Utara, Herianto, SE, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Subholding BUMN Pelindo Multi Terminal (SPMT).

“Sebanyak 500 paket sembako kita salurkan pagi hari kepada warga masyarakat rentan ekonomi, dan 500 paket lagi diberikan sore harinya kepada driver ojek online yang tergabung dalam Koalisi Ojek Nasional (KON),” ujar Herianto di hadapan puluhan awak media.

Herianto menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar pembagian sembako, melainkan sebuah gerakan moral dan sosial, menghidupkan kembali semangat “peduli sesama” yang dulu menjadi napas perjuangan aktivis 98.

Dukungan untuk Agenda Rakyat: Prabowo–Gibran dan Ekonomi Mandiri

Dalam kesempatan itu, Herianto juga menyampaikan dukungan terhadap program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional dan pemerataan kesejahteraan rakyat.

Ia menyoroti beberapa program strategis pemerintah, seperti:

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diawasi langsung Presiden,

Program Swasembada Pangan untuk menghentikan impor beras dan memperkuat stok nasional,

dan Program Swasembada Energi guna mengurangi ketergantungan pada BBM impor dan mengoptimalkan pemanfaatan gas alam.

“Kita percaya, program-program ini akan memperkuat fondasi kemandirian bangsa. Aktivis 98 siap mengawal dan memastikan manfaatnya sampai ke masyarakat bawah,” tegas Herianto.

Kehadiran yang Menginspirasi

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Pejabat Pemkab Deli Serdang, Pejabat Pelindo Multi Terminal, perwakilan kepolisian, serta pimpinan komunitas Ojol seperti Manto dan Dedi.
Masyarakat terlihat antusias, berbondong-bondong menerima paket sembako sambil berfoto bersama para aktivis senior.

“Saya salut kepada Bang Aan dan Bang Urai. Mereka membuktikan bahwa aktivis sejati tidak berhenti ketika reformasi usai — tapi terus berjuang lewat tindakan nyata,” ujar salah satu warga penerima sembako, dengan mata berkaca-kaca.

Gerakan Solidaritas 98 Sumut

“Solidaritas tidak mati, ia hanya berganti bentuk menjadi aksi nyata.” tutur Aan Rusdianto

“Reformasi sejati adalah ketika rakyat tersenyum karena merasakan keadilan sosial.” urai Zulhendri

“Peduli bukan slogan, tapi napas hidup para pejuang kemanusiaan.” — Herianto, SE, MM

“Kita lahir dari jalanan, tapi kini kita menanam kebaikan di jalan rakyat.”

“Gerakan 98 tidak berakhir di kampus — ia terus berdenyut di hati rakyat.”

“Membagi sembako bukan sekadar memberi, tapi menyalakan harapan.”

“Rakyat tidak butuh pidato panjang, mereka butuh uluran tangan.”

“Semakin tinggi jabatan, semakin besar tanggung jawab untuk mengangkat sesama.”

“Sumatera Utara kuat karena rakyatnya saling menolong, bukan saling menjatuhkan.”

“Gerakan sosial hari ini adalah benih sejarah untuk Indonesia yang lebih berkeadilan.”

Penutup

Gerakan Solidaritas Sosial Aktivis 98 Sumut bukan sekadar momentum berbagi, tetapi sebuah panggilan nurani untuk membangun kembali jembatan antara idealisme dan realitas sosial.
Di tangan para aktivis seperti Aan Rusdianto dan Urai Zulhendri, semangat “Warga Peduli Warga” menjelma menjadi gerakan yang menyalakan harapan baru bagi rakyat kecil.

“Dari Medan kita kobarkan api solidaritas, untuk Indonesia yang lebih manusiawi dan berkeadilan,” tutup Herianto penuh makna.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini