Jakarta, LINI NEWS – Dr. Seto Mulyadi, sosok yang kita kenal dengan sapaan hangat “Kak Seto”, genap berusia 74 tahun di Tahun 2025 tepatnya di bulan Agustus. Tapi alih-alih duduk di kursi empuk merayakan ulang tahun, ia memilih mendaki gunung. Ya, gunung!
Gunung Prau dengan ketinggian 2.565 mdpl menjadi saksi ketika Kak Seto meniup lilin angka 7 dan 4 di puncaknya. Senyum semringah, nafas yang sedikit terengah, tapi mata berbinar penuh syukur.
“Usia hanyalah angka, semangat adalah jiwa,” ujar Kak Seto sambil menatap cakrawala.
Dari perjalanan ini menjadi pesan untuk kita semua:
Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.
Sehat itu seni, lahir dari disiplin dan rasa syukur. Kebahagiaan sederhana hadir ketika hati belajar ikhlas. Mendaki gunung adalah mendaki jiwa sendiri.

Bertambah usia, bertambah pula tanggung jawab memberi.
Doa adalah tenaga yang tidak pernah habis. Hidup indah bila kita terus menyalakan cahaya untuk orang lain.
Dari atas puncak itu, Kak Seto membuktikan: usia senja bukan alasan untuk berhenti berkarya. Seperti matahari yang tetap terbit setiap pagi, ia terus menyinari anak-anak bangsa dengan cinta dan perlindungan.
Kini, bertepatan dengan 1 Oktober, Hari Lahir Pancasila, doa kembali dipanjatkan: “Semoga Tuhan memberinya kesehatan, kekuatan luar biasa, panjang umur, dan sukacita yang tak pernah padam.
Selamat Ulang Tahun, Kak Seto. Dari hati kami di LiniNews.com: tetaplah menjadi sahabat anak dan pelita bangsa. 🌿✨
Psikolog Anak Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto). Uniknya, ia merayakan pertambahan usia itu di atas puncak Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah dengan ketinggian 2.565 mdpl.
Dalam momen yang penuh kehangatan, Kak Seto meniup lilin sederhana angka 7 dan 4, disertai senyum semringah di antara udara dingin Dieng.
“Usia hanyalah angka. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba sesuatu yang baru, bagi Kak Seto penerima Bintang Jasa Nararya ini.
Meski telah menginjak usia tiga perempat abad, stamina Kak Seto masih terjaga. Ia bahkan sempat berlari kecil di bandara saat menuju perjalanan pendakian.

Momen ulang tahun di Gunung itu di maknai sebagai simbol kehidupan. Dari perjalanannya, lahirlah tujuh mutiara kata yang menyejukkan: kesehatan lahir dari syukur, kebahagiaan dari kesederhanaan, doa sebagai tenaga tanpa batas, serta semangat yang tak mengenal usia.
Kini, 1 Oktober yang juga bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, doa terbaik dipanjatkan untuk Kak Seto: semoga selalu sehat, panjang umur, dan penuh sukacita.
Tahun ini genap usia Ke-74, Kak Seto. Salam hormat dari kami di LiniNews.com.
Dengan langkah pasti, Kak Seto, lilin angka 7 dan 4 dinyalakan, balon sederhana dilepaskan, dan senyum semringah menghiasi wajahnya.
“Usia hanyalah angka, semangat adalah jiwa,” ujarnya lirih namun penuh makna.
Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.
Sehat itu seni, lahir dari disiplin dan rasa syukur, Kebahagiaan sederhana hadir ketika hati belajar ikhlas., Mendaki gunung adalah mendaki jiwa sendiri. Bertambah usia, bertambah pula tanggung jawab memberi.

Doa adalah tenaga yang tidak pernah habis.
Hidup indah bila kita terus menyalakan cahaya untuk orang lain.
Momen Ulang Tahun ini seakan menjadi simbol, bahwa usia senja bukan alasan berhenti berkarya. Semangat Kak Seto terus menjadi inspirasi, sama seperti Pancasila yang tetap hidup dan menyala setiap 1 Oktober.
Dari ruang redaksi, LiniNews.com menyampaikan doa dan hormat:
“Selamat Ulang Tahun ke-74 Kak Seto.”
Semoga Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Baik, senantiasa memberkati dengan kesehatan, kekuatan, panjang umur, dan sukacita yang tak pernah padam. Teruslah menjadi sahabat anak-anak Indonesia dan pelita bangsa.” 🌿✨
Dari pengalaman ini kesehatan lahir dari syukur, kebahagiaan dari kesederhanaan, doa sebagai tenaga tanpa batas, serta semangat yang tak mengenal usia.
Kini, bertepatan dengan 1 Oktober yang juga Hari Lahir Pancasila, doa terbaik dipanjatkan untuknya. Dari redaksi, LiniNews.com menyampaikan:
Semoga selalu sehat, panjang umur, penuh semangat, dan tetap menjadi cahaya bagi anak-anak Indonesia.” Horas, Horas..dari Kami Redaksi Anak Medan
Hening di ujung senja kian terasa
menghantar sang surya
Kak Seto kerja semangat penuh asa
Trus sukacita bersinar bercahaya
(Nurlince Hutabarat)




