DPRD Sumut Hasyim SE Dan Wali, Wakil Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas – Zakiyuddin Kompak Gaungkan Harmoni: Imlek 2026/2577 Teguhkan Medan Kota Toleransi

0
76

Medan, LINI NEWS – Suasana kawasan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (21/2/2026), berubah menjadi lautan warna dan sukacita.

Dalam balutan lampion merah dan irama musik tradisional, perayaan Harmoni Imlek dalam Keberagaman Kota Medan 2026/2577 berlangsung meriah, penuh pesan persatuan.

Di tengah gemerlap budaya itu, hadir Anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim, bersama Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mempertegas komitmen bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan sekat pemisah.

Turut mendampingi, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Zulkarnaen, anggota DPRD Kota Medan Lily dan Agus Setiawan, Sekretaris Daerah Kota Medan, Ketua TP PKK Kota Medan, serta sejumlah tokoh masyarakat lintas etnis dan agama.

Panggung Budaya, Panggung Persaudaraan
Rangkaian acara tampil memukau.

Musik kecapi berpadu dengan oriental dance, barongsai dan dragon dance menghentak panggung, disusul atraksi cosplay Sun Go Kong dan hiburan live band yang membakar semangat ribuan warga yang memadati Jalan Kesawan.

Tak hanya suguhan seni, bazar kuliner dan kriya UMKM turut menyemarakkan kegiatan. Aroma makanan khas berpadu dengan semangat ekonomi kerakyatan—membuktikan bahwa budaya dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan.

Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menjadi ruang perjumpaan, ruang dialog, dan ruang penguatan identitas Kota Medan sebagai kota multikultural yang hidup dalam harmoni.

Hasyim: Harmoni Adalah Investasi Sosial

Dalam kesempatan itu, Hasyim menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, Harmoni Imlek adalah simbol konkret bahwa Medan berdiri di atas fondasi toleransi yang kokoh.

“Harmoni Imlek menjadi simbol nyata bahwa Kota Medan merupakan kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman budaya,” tegasnya.

Ia menilai, kegiatan seperti ini harus terus dirawat dan dijadikan agenda berkelanjutan, karena kerukunan adalah investasi sosial jangka panjang bagi stabilitas daerah.

Rico Waas: Medan Rumah Bersama

Sementara itu, Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan bahwa Pemerintah Kota Medan berkomitmen menjaga ruang-ruang ekspresi budaya seluruh etnis.

Menurutnya, Medan adalah rumah bersama—tempat di mana perbedaan tumbuh berdampingan tanpa rasa curiga.

Perayaan Imlek, lanjutnya, bukan hanya milik satu komunitas, melainkan milik seluruh warga yang ingin merayakan kebersamaan dalam keberagaman.

Refleksi Harmoni dari Kesawan

“Keberagaman bukan alasan untuk terpisah, melainkan alasan untuk saling menguatkan.”

“Toleransi adalah jembatan emas yang menghubungkan hati yang berbeda.”

“Budaya yang dirawat bersama akan melahirkan persaudaraan yang tak tergoyahkan.”

“Persatuan tidak lahir dari kesamaan, tetapi dari penghormatan.”

“Kota besar bukan karena gedungnya, melainkan karena kelapangan warganya menerima perbedaan.”

“Harmoni adalah kerja bersama, bukan sekadar slogan perayaan.”

“Di Medan, perbedaan adalah warna—dan warna itulah yang menjadikannya indah.”

Perayaan Harmoni Imlek 2026/2577 di Kesawan menjadi penegas bahwa Medan tidak hanya kaya sejarah dan budaya, tetapi juga kaya rasa persaudaraan.

Ketika pemimpin dan rakyat berdiri di panggung yang sama, pesan yang lahir bukan sekadar seremoni—melainkan komitmen: menjaga Medan tetap hangat dalam keberagaman, kokoh dalam persatuan.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini