DPRD Medan Serap Aspirasi Warga Soal Infrastruktur hingga Kesehatan: “Suara Rakyat Adalah Amanah, Bukan Formalitas”

0
56

Medan, LINI NEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi warga, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, drainase, hingga pelayanan kesehatan. Kegiatan reses yang digelar di sejumlah titik di Kota Medan itu menjadi ruang dialog terbuka antara rakyat dan wakilnya di parlemen daerah. Di Medan Timur, Minggu, (2/2/2026)

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun penuh harapan itu, warga menyampaikan berbagai keluhan yang selama ini mereka rasakan.

Infrastruktur jalan rusak, drainase yang tidak berfungsi sehingga menyebabkan banjir saat hujan, hingga pelayanan kesehatan yang dinilai masih belum merata menjadi topik utama yang disuarakan masyarakat.

Sejumlah anggota DPRD Medan menegaskan bahwa kegiatan serap aspirasi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari tanggung jawab moral dan politik wakil rakyat kepada masyarakat.

“Suara rakyat adalah amanah, bukan formalitas politik yang selesai setelah acara seremonial.”

Warga berharap aspirasi yang telah mereka sampaikan tidak berhenti sebagai catatan rapat, melainkan benar-benar ditindaklanjuti dalam kebijakan pembangunan daerah.

Infrastruktur yang baik dan layanan kesehatan yang layak dinilai sebagai kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam dialog tersebut, masyarakat juga meminta agar pemerintah kota lebih serius memperbaiki jalan lingkungan yang rusak serta memastikan drainase berfungsi optimal agar tidak lagi menimbulkan genangan air di musim hujan.

“Jalan yang rusak bukan sekadar lubang di aspal, tetapi lubang kepercayaan rakyat kepada pemerintah.”

Selain infrastruktur, persoalan kesehatan menjadi perhatian serius warga.

Mereka berharap fasilitas pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan, baik dari segi pelayanan tenaga medis maupun ketersediaan obat-obatan.

“Pelayanan kesehatan yang buruk adalah bentuk ketidakadilan bagi rakyat kecil.”
Para wakil rakyat pun berjanji akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar dapat direalisasikan dalam program pembangunan.

“Aspirasi rakyat tidak boleh berhenti di meja rapat; ia harus menjelma menjadi kebijakan nyata.”

Kegiatan reses juga menjadi pengingat bahwa hubungan antara rakyat dan wakilnya tidak boleh terputus oleh jarak kekuasaan.

“Ketika wakil rakyat mau mendengar, maka demokrasi sedang bekerja.”

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk terus aktif menyampaikan masukan dan kritik terhadap kebijakan publik agar pembangunan berjalan sesuai kebutuhan nyata warga.

“Kritik rakyat adalah vitamin bagi pemerintahan yang sehat.”

Para anggota DPRD Medan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama terkait pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan kesehatan.

“Pembangunan sejati bukan hanya berdiri di atas beton, tetapi di atas kepercayaan rakyat.”

Melalui kegiatan serap aspirasi ini, diharapkan sinergi antara masyarakat, legislatif, dan pemerintah daerah dapat semakin kuat demi mewujudkan pembangunan Kota Medan yang lebih adil dan merata.
(Nurlince Hutabarat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini